Mengenali Tujuh Lapisan Neraka Jahanam dalam Islam

 

Tujuh Lapisan Neraka Jahanam

Mengenali Tujuh Lapisan Neraka Jahanam dalam Islam

Neraka Jahanam merupakan tempat siksaan yang paling mengerikan, diciptakan oleh Allah SWT sebagai balasan bagi mereka yang ingkar dan berdosa besar. Dalam ajaran Islam, Neraka Jahanam mempunyai tujuh lapisan, setiap lapisan disediakan khusus untuk golongan tertentu berdasarkan jenis dosa yang mereka lakukan. Setiap lapisan memiliki azab yang sangat pedih sebagai peringatan dan balasan terhadap perbuatan mereka.

Berikut adalah penjelasan tentang tujuh lapisan Neraka Jahanam berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis Rasulullah SAW:


1. Jahannam

Penghuni: Orang Muslim yang melakukan dosa besar tanpa bertaubat.
Siksaan:
Penghuninya disiksa dengan api yang membakar tubuh dan kulit mereka, tetapi masih diberi peluang untuk mendapat rahmat dan keampunan Allah jika Dia menghendaki.
Dalil:
“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.”
(Surah Maryam: 72)


2. Lazha

Penghuni: Orang yang sombong, angkuh, dan enggan membayar zakat.
Siksaan:
Api yang melahap tubuh hingga ke hati, menimbulkan rasa sakit yang sangat mendalam.
Dalil:
“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala.”
(Surah Al-Ma’arij: 15-16)


3. Hutamah

Penghuni: Orang yang suka mencela, mengumpat, dan menghina orang lain.
Siksaan:
Penghuni dilemparkan ke dalam api yang menghancurkan tubuh mereka hingga menjadi abu.
Dalil:
“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahawa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam Hutamah.”
(Surah Al-Humazah: 1-4)


4. Sa’ir

Penghuni: Orang yang menolak kebenaran Al-Qur'an dan mendustakan para nabi.
Siksaan:
Api yang berkobar-kobar terus-menerus membakar tanpa henti.
Dalil:
“Dan barang siapa di antara mereka berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain daripada Allah,’ maka orang itu Kami balas dengan neraka Jahanam, demikian Kami membalas orang-orang yang zalim.”
(Surah Al-Anbiya: 29)


5. Saqar

Penghuni: Orang yang lalai dalam solat, enggan memberi makan orang miskin, dan mengingkari hari pembalasan.
Siksaan:
Panas yang luar biasa membakar kulit dan organ dalaman tanpa memberi kelegaan.
Dalil:
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan solat, dan kami tidak memberi makan orang miskin.’”
(Surah Al-Muddathir: 42-44)


6. Jahim

Penghuni: Para penyembah berhala dan orang-orang yang terlalu mencintai dunia sehingga melupakan akhirat.
Siksaan:
Api yang sangat besar dan tidak pernah padam, membakar tubuh penghuni tanpa henti.
Dalil:
“Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.”
(Surah Ash-Shaffat: 55)


7. Hawiyah

Penghuni: Orang munafik dan mereka yang paling ingkar kepada Allah SWT.
Siksaan:
Azab yang paling pedih dengan api yang menghanguskan seluruh tubuh. Penghuni dijatuhkan ke dasar neraka yang tiada habisnya.
Dalil:
“Adapun orang-orang yang ringan timbangan kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.”
(Surah Al-Qari’ah: 8-9)


Kesimpulan

Tujuh lapisan Neraka Jahanam adalah peringatan tegas kepada manusia tentang akibat buruk dari dosa dan maksiat. Namun, Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Selagi masih hidup, setiap hamba diberi peluang untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya. Marilah kita mengambil iktibar daripada kisah ini dan berusaha untuk menjauhi dosa serta memperbanyakkan amalan soleh.

Semoga Allah melindungi kita dari azab Neraka Jahanam dan memberi kita tempat di syurga-Nya yang abadi. Amin.

Dabbah: Makhluk Akhir Zaman yang Menjadi Tanda Penutupan Pintu Taubat

Dabbah (Binatang Bumi) merupakan salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat. Kisah ini didasarkan pada dalil-dalil Al-Quran, hadis Rasulullah SAW, dan penjelasan ulama tafsir. Kehadirannya adalah bukti kebenaran janji Allah dan menjadi tanda nyata bahawa akhir dunia semakin dekat.


Dalil Al-Quran Tentang Dabbah

Al-Quran menyebutkan kemunculan Dabbah dalam Surah An-Naml:
"Dan apabila perkataan (ketentuan) telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan untuk mereka seekor binatang dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami."
(Surah An-Naml: 82).

Dalam ayat ini, Allah menggambarkan kemunculan makhluk yang membawa pesan kepada manusia. Ini menunjukkan bahawa ketika Dabbah muncul, manusia telah berada dalam keadaan lalai dan tidak percaya kepada ayat-ayat Allah.


Hadis Tentang Dabbah

Rasulullah SAW menjelaskan Dabbah dalam beberapa hadis, termasuk peranannya di akhir zaman. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, disebutkan:
"Tiga perkara, apabila ia telah muncul, tidak akan bermanfaat iman seseorang yang sebelumnya tidak beriman, atau dia tidak berbuat kebaikan dalam keimanannya: terbitnya matahari dari barat, keluarnya Dabbah, dan munculnya Dajjal."
(HR Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa kemunculan Dabbah adalah salah satu tanda akhir zaman yang menunjukkan tertutupnya pintu taubat bagi manusia.


Sifat dan Bentuk Dabbah

Para ulama berbeda pendapat mengenai bentuk Dabbah. Tidak ada penjelasan pasti tentang bentuknya dalam Al-Quran dan hadis yang sahih, tetapi beberapa riwayat menyebutkan ciri-ciri berikut:

  1. Makhluk Berukuran Besar: Sebagian ulama menggambarkan Dabbah sebagai binatang besar yang menakjubkan.
  2. Mampu Berbicara: Dabbah diberi kemampuan untuk berbicara kepada manusia, menjelaskan kebenaran, dan memperingatkan mereka.
  3. Membawa Tanda: Dabbah membawa tongkat Nabi Musa AS dan cincin Nabi Sulaiman AS. Dengan tongkat, ia menandai orang beriman, dan dengan cincin, ia menandai orang kafir.
    • Orang beriman: Wajah mereka bersinar dengan tanda keimanan.
    • Orang kafir: Wajah mereka menjadi gelap sebagai tanda kekufuran.

Peristiwa Kemunculan Dabbah

Menurut beberapa riwayat, Dabbah akan muncul pada waktu-waktu akhir dunia, ketika manusia semakin jauh dari agama. Beberapa peristiwa penting yang menyertai kemunculannya adalah:

  1. Manusia Tidak Lagi Beriman: Dabbah akan muncul ketika manusia tidak lagi mengimani wahyu Allah dan ajaran Rasul-Nya.
  2. Tertutupnya Pintu Taubat: Kehadirannya menjadi tanda bahwa waktu untuk bertaubat telah habis, seperti dijelaskan dalam hadis Muslim.
  3. Tugas Mengingatkan dan Menandai: Dabbah akan memperingatkan manusia secara langsung, membedakan antara orang beriman dan kafir melalui tanda yang diberikan.

Lokasi Kemunculan Dabbah

Terdapat berbagai pandangan mengenai tempat munculnya Dabbah:

  1. Masjidil Haram: Sebagian ulama menyebutkan bahwa Dabbah akan muncul dari Masjidil Haram di Makkah, dekat Kaabah.
  2. Tanah Lain: Ada juga pendapat bahwa Dabbah akan keluar dari wilayah tertentu di bumi, tetapi tidak ada dalil yang jelas mengenai lokasi ini.

Makna dan Hikmah Kemunculan Dabbah

Kemunculan Dabbah membawa beberapa pelajaran penting bagi manusia:

  1. Tanda Kiamat yang Nyata: Dabbah adalah salah satu dari sepuluh tanda besar kiamat, yang menunjukkan bahwa dunia berada di penghujung hayatnya.
  2. Pemisahan yang Jelas: Dabbah akan memisahkan secara nyata antara orang beriman dan kafir, sehingga tidak ada lagi keraguan tentang kebenaran agama Allah.
  3. Peringatan Terakhir: Kehadiran Dabbah menjadi peringatan terakhir bagi manusia sebelum kehancuran besar dunia.

Kisah Peringatan dari Dabbah

Kemunculan Dabbah bukan hanya sebuah tanda, tetapi juga sebuah peringatan bagi manusia tentang pentingnya keimanan dan amal kebaikan sebelum terlambat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di kerongkongan."
(HR Tirmidzi).

Namun, setelah tanda besar seperti Dabbah muncul, taubat tidak lagi diterima, dan manusia akan merasakan akibat dari perbuatannya.


Penutup: Renungan Tentang Dabbah

Kisah Dabbah adalah pengingat besar tentang kebenaran ajaran Islam. Allah berfirman:
"Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir), biarlah ia kafir.'"
(Surah Al-Kahfi: 29).

Manusia diajak untuk memperkuat iman dan amal sebelum datangnya waktu yang tidak lagi bermanfaat. Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang diberi hidayah dan dijauhkan dari tipu daya dunia yang menyesatkan. Amin.

Kisah Iblis: Dari Keangkuhan kepada Laknat Abadi

kisah iblis

Kisah Iblis dalam Al-Quran adalah salah satu cerita yang penuh pengajaran dan peringatan. Ia menggambarkan perjalanan sebuah makhluk dari ketaatan kepada Allah kepada keangkuhan yang akhirnya menjadikannya makhluk terkutuk hingga Hari Kiamat. Dalam kisah ini, kita dapat melihat bagaimana sifat sombong dan ingkar membawa kepada kehancuran abadi.


Iblis: Makhluk daripada Golongan Jin

Iblis, walaupun berada bersama malaikat di syurga, bukanlah malaikat. Dia berasal daripada golongan jin, yang diciptakan Allah daripada api. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran:
"Dan Dia menciptakan jin daripada nyala api." (Surah Ar-Rahman: 15).

Berbeza dengan malaikat, jin mempunyai kehendak bebas untuk taat atau ingkar kepada Allah. Pada mulanya, Iblis adalah makhluk yang taat, hingga dia diberikan ujian besar semasa penciptaan Nabi Adam AS.


Penciptaan Nabi Adam dan Perintah untuk Sujud

Allah menciptakan Nabi Adam AS daripada tanah liat, kemudian meniupkan roh ke dalamnya dan menjadikannya makhluk hidup. Penciptaan Adam disertai dengan keistimewaan yang Allah berikan, iaitu akal, ilmu, dan kedudukan sebagai khalifah di muka bumi. Allah berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’" (Surah Al-Baqarah: 30).

Sebagai ujian dan penghormatan kepada ciptaan-Nya, Allah memerintahkan seluruh malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Adam. Sujud ini bukanlah bentuk penyembahan kepada Adam, tetapi simbol penghormatan kepada ciptaan Allah yang paling sempurna. Firman Allah:
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan ia termasuk golongan yang kafir." (Surah Al-Baqarah: 34).


Keangkuhan Iblis: Aku Lebih Baik Daripada Dia

Ketika semua malaikat mematuhi perintah Allah tanpa persoalan, Iblis menolak. Dia merasa dirinya lebih baik daripada Adam kerana diciptakan daripada api, sedangkan Adam diciptakan daripada tanah. Iblis berkata:
"Aku lebih baik daripadanya. Engkau menciptakan aku daripada api, sedangkan dia Engkau ciptakan daripada tanah." (Surah Al-A'raf: 12).

Pandangan Iblis ini menunjukkan keangkuhan dan rasa sombongnya. Dia mengukur keutamaan berdasarkan asal penciptaan, tanpa memahami hikmah di sebalik perintah Allah.


Pengusiran dan Laknat kepada Iblis

Allah segera melaknat Iblis dan mengusirnya dari syurga kerana keangkuhan dan kedegilannya. Firman Allah:
"Keluarlah kamu dari syurga, kerana sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu hingga Hari Pembalasan." (Surah Sad: 77-78).

Namun, sebelum keluar dari syurga, Iblis memohon kepada Allah untuk diberikan penangguhan hingga Hari Kiamat. Dia tidak meminta ampunan, sebaliknya berikrar untuk menyesatkan manusia:
"Berilah aku penangguhan waktu, sehingga hari mereka dibangkitkan." (Surah Al-A'raf: 14).

Allah mengabulkan permintaan itu tetapi menegaskan bahawa tipu daya Iblis tidak akan berhasil ke atas hamba-hamba-Nya yang ikhlas:
"Sesungguhnya engkau tidak akan berkuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali orang-orang yang mengikutimu daripada mereka yang sesat." (Surah Al-Hijr: 42).


Janji Iblis untuk Menyesatkan Manusia

Setelah diusir, Iblis bersumpah akan menggoda manusia dari pelbagai arah:
"Aku akan mendatangi mereka dari hadapan mereka, dari belakang mereka, dari kanan mereka, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (Surah Al-A'raf: 17).

Iblis menggunakan pelbagai cara untuk menyesatkan manusia, termasuk:

  1. Bisikan Hati: Membuat manusia ragu terhadap Allah dan ajaran-Nya.
  2. Hawa Nafsu: Mendorong manusia mengikuti keinginan duniawi yang berlebihan.
  3. Tipu Daya Dunia: Mengalihkan perhatian manusia kepada kekayaan, pangkat, dan kesenangan sementara.

Namun, dia mengakui kelemahannya di hadapan orang-orang yang ikhlas dan teguh beriman.


Pelajaran dari Kisah Iblis

Kisah ini memberikan beberapa pengajaran penting untuk manusia:

  1. Bahaya Kesombongan: Sifat sombong adalah sifat yang membawa kepada kehancuran.
    "Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, kerana sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembus bumi dan kamu tidak akan mampu menjulang setinggi gunung." (Surah Al-Isra: 37).

  2. Pentingnya Ketaatan kepada Allah: Perintah Allah mesti dipatuhi tanpa persoalan, kerana Dia lebih mengetahui segala hikmah di sebalik perintah itu.

  3. Keikhlasan sebagai Perisai: Hanya dengan keikhlasan, manusia dapat mengalahkan tipu daya Iblis.
    "Dan mereka yang berjihad untuk mencari keredaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (Surah Al-Ankabut: 69).

  4. Peranan Kehidupan Sebagai Ujian: Kehadiran Iblis adalah ujian untuk manusia agar mereka dapat membuktikan ketaatan kepada Allah.


Penutup: Perlawanan yang Berterusan

Iblis telah diberi masa hingga Hari Kiamat untuk menggoda manusia, tetapi Allah juga memberikan manusia kekuatan akal, iman, dan keikhlasan untuk melawannya. Kisah ini menjadi peringatan abadi kepada kita semua agar tidak terjerumus ke dalam perangkap kesombongan dan bisikan jahat.

Semoga kita sentiasa berada dalam lindungan Allah dan dijauhkan daripada tipu daya Iblis yang berjanji untuk menyesatkan manusia. Firman Allah:
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu, maka jadikanlah dia sebagai musuh." (Surah Fatir: 6).

Mengenal 12 Saf Manusia di Padang Masyar: Perhitungan Amal yang Adil

Berikut adalah penjelasan yang lebih terperinci mengenai cerita 12 saf yang berhubung dengan hari kiamat. Setiap saf menggambarkan nasib mereka yang melakukan perbuatan tertentu semasa di dunia dan akibat yang akan diterima di akhirat. Cerita ini boleh dilengkapi dengan penjelasan lebih lanjut mengenai perbuatan-perbuatan yang dijelaskan dalam setiap saf, serta dalil-dalil yang menguatkan peringatan ini.


Pada Suatu Hari, Muaz bin Jabal Bertanya Mengenai Hari Kiamat
Suatu hari, Muaz bin Jabal r.a. bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keadaan umat manusia pada hari kiamat. Pertanyaan ini menyebabkan Rasulullah SAW terdiam dan menangis. Beliau mengingatkan betapa berat dan menakutkannya hari kiamat, di mana setiap amal perbuatan kita di dunia akan dihitung dan dibalas dengan adil.

Di Padang Masyar, Umat Islam Terbahagi kepada 12 Saf
Rasulullah SAW menjelaskan bahawa di Padang Masyar, tempat perhitungan amal, umat Islam akan dibahagikan kepada 12 saf berdasarkan amalan mereka semasa di dunia.

SAF PERTAMA

Keadaan: Manusia dibangkitkan tanpa kaki dan tangan.
Penyebab: Mereka yang suka menyakiti jiran-jirannya di dunia.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam neraka.

Dalil: Dalam Surah Al-Ma'un, Allah berfirman:
"Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menindas anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin." (Al-Ma'un, 1-3).
Mereka yang zalim terhadap jiran akan dihukum dengan keadaan yang sangat buruk.

SAF KEDUA

Keadaan: Manusia dibangkitkan dalam bentuk seperti babi.
Penyebab: Mereka yang lalai dalam solat dan mempermudahkan sembahyang, tidak menunaikan solat dengan benar.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Dalil: Firman Allah dalam Surah Al-Ma'un, ayat 45 & 47:
"Maka celakalah bagi orang-orang yang sembahyang, iaitu yang lalai dalam sembahyang."
Solat yang diabaikan dan tidak dilakukan dengan penuh khusyuk mendapat hukuman yang sangat berat.

SAF KETIGA

Keadaan: Manusia dibangkitkan dengan perut yang buncit, penuh dengan ular dan kalajengking.
Penyebab: Mereka yang tidak mengeluarkan zakat semasa di dunia.
Akibat: Mereka akan dihukum dengan siksaan api neraka.
Dalil: Dalam Surah Al-Baqarah, Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah sebahagian daripada rezeki yang Kami berikan kepada kamu..." (Al-Baqarah, 267).
Zakat yang tidak dikeluarkan akan membawa balasan yang sangat berat di akhirat.

SAF KEEMPAT

Keadaan: Manusia dibangkitkan dengan mulut yang mengeluarkan darah.
Penyebab: Mereka yang berdusta dalam urusan jual beli dan menipu orang lain.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam neraka.

Dalil: Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah, ayat 188:
"Dan janganlah kamu makan harta sesama kamu dengan jalan yang batil..."
Dusta dalam urusan jual beli dan penipuan adalah perbuatan yang dibenci Allah.

SAF KELIMA

Keadaan: Manusia dibangkitkan dengan badan yang bengkak-bengkak dan berbau busuk.
Penyebab: Mereka yang menyembunyikan keburukan dan hanya menunjuk-nunjuk kebaikan kepada orang lain kerana takutkan manusia, sedangkan mereka tidak takutkan Allah.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Dalil: Dalam Surah Al-Baqarah, ayat 264:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu batalkan sedekah-sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan..."
Mereka yang munafik dan hanya berpura-pura akan mendapat balasan yang setimpal.

SAF KEENAM

Keadaan: Manusia dibangkitkan dengan halkum yang terpotong.
Penyebab: Mereka yang berdusta dan bersumpah palsu.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam neraka.

Dalil: Firman Allah dalam Surah An-Nur, ayat 7:
"Dan janganlah kamu mengucapkan sumpah palsu untuk mengelabui pendengaran orang lain..."
Sumpah palsu adalah satu perbuatan yang sangat diharamkan dalam Islam.

SAF KETUJUH

Keadaan: Manusia dibangkitkan dengan mulut yang mengeluarkan darah dan nanah.
Penyebab: Mereka yang menghalang orang lain daripada bersaksi terhadap kebenaran.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Dalil: Firman Allah dalam Surah Al-Ahzab, ayat 58:
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang beriman dan berimanah, bagi mereka adalah azab yang pedih."
Mereka yang menegah kebenaran akan dihukum dengan siksaan yang sangat berat.

SAF KELAPAN

Keadaan: Manusia dibangkitkan dengan keadaan kakinya berada di atas kepala dan kepala tunduk kerana malu akibat melakukan zina tanpa sempat bertaubat.
Penyebab: Mereka yang berzina dan tidak sempat bertaubat.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Dalil: Dalam Surah Al-Isra, ayat 32:
"Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk."
Zina adalah perbuatan yang haram dan sangat dibenci Allah.

SAF KESEMBILAN

Keadaan: Manusia dibangkitkan dengan wajah yang hitam, mata biru, dan perut yang penuh dengan api.
Penyebab: Mereka yang melakukan kemungkaran dan durhaka terhadap perintah Allah.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Dalil: Firman Allah dalam Surah Al-Araf, ayat 179:
"Dan sungguh Kami telah jadikan untuk banyak jin dan manusia neraka Jahanam yang sangat luas..."

SAF KESEPULUH

Keadaan: Manusia yang derhaka terhadap kedua ibu bapa, dibangkitkan dengan badan penuh kurap dan sopak.
Penyebab: Mereka yang tidak berbakti kepada ibu bapa mereka.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Dalil: Firman Allah dalam Surah Luqman, ayat 14:
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapanya..."

SAF KESEBELAS

Keadaan: Manusia yang ketagih arak dibangkitkan dengan hati dan mata yang buta, gigi seperti tanduk lembu jantan, bibir melabihi dada, dan lidah terjulur ke perut.
Penyebab: Mereka yang minum arak dan melalaikan kewajipan.
Akibat: Mereka akan dicampakkan ke dalam api neraka.

Dalil: Firman Allah dalam Surah Al-Ma'idah, ayat 90:
"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya arak, judi, berkorban untuk berhala adalah kekejian..."

SAF KEDUABELAS

Keadaan: Manusia dibangkitkan dengan wajah berseri-seri seperti bulan purnama dan melintasi titian Siratul Mustaqim dengan cepat seperti kilat.
Penyebab: Mereka yang hidup dalam ketaatan kepada Allah, menjaga solat dan amalan yang baik.
Akibat: Mereka akan dimasukkan ke dalam syurga dan menerima keampunan Ilahi.

Dalil: Firman Allah dalam Surah At-Tawbah, ayat 111:
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman jiwa dan harta mereka..."
Mereka yang taat dan beramal soleh akan dijanjikan syurga yang kekal.


Semoga kita semua tergolong dalam saf yang kedua belas, yang dimasukkan ke dalam syurga dan mendapat keampunan Ilahi. Amin.

Keistimewaan Bulan Ramadan Dan Pengisiannya


Keistimewaan Bulan Ramadan Dan Pengisiannya

Seluruh umat Islam di Malaysia akan mula menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan tahun ini (2020) mulai pada tarikh 24 April 2020 (Masihi) Bersamaan 1 Ramadhan 1441 (Hijrah). Diharapkan pada tarikh ini, kita semua telah bebas daripada Wabak Covic 19 dan semoga Allah panjangkan umur kita untuk bertemu Ramadan seterusnya. 

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkat. Allah telah memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka di dalamnya segala pintu Syurga, dikunci di dalamnya segala pintu Neraka dan dibelenggu di dalamnya segala syaitan. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (malam lailatul qadar). Barangsiapa tiada diberikan kebajikan malam itu, maka sesungguhnya tidak diberikan kebajikan kepadanya” (Sabda Rasulullah S.A.W - Riwayat Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi dari Abu Hurairah)


Terdapat banyak keistimewaan bulan Ramadhan yang tidak terdapat pada bulan-bulan lain. Jom ketahui 10 keistimewaan bulan Ramadhan yang utama.

1. Bulan kemenangan bagi umat Islam

Kemenangan terbesar bagi umat Islam berlaku pada bulan Ramadhan, dalam peperangan Badar Al-Kubra. Peristiwa bersejarah ini berlaku pada 17 Ramadhan pada Hari Jumaat, tahun 2 Hijrah. Tahun ini merupakan tahun pertama umat Islam disyariatkan berpuasa pada bulan Ramadhan. Perang ini dianggap kemenangan terbesar kerana jumlah umat Islam yang sedikit pada masa tersebut iaitu seramai 313 orang berjaya menewaskan tentera kafir yang berjumlah 1300 orang.

2. Ganjaran pahala di bulan Ramadhan berlipat kali ganda

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Maksudnya: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal, hingga tujuh ratus kali ganda. Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan iaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Petikan hadis di atas jelas menunjukkan ganjaran pahala yang berlipat ganda yang bakal didapatkan oleh orang yang mengamalkan ibadah di bulan Ramadhan.

Jadi marilah kita sama-sama meningkatkan amalan ibadah pada bulan ini.

3. Dosa-dosa lalu diampunkan

“Disebutkan di dalam hadis dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi SAW bersabda, mafhumnya: “Sesiapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan pengharapan, akan diampunkan segala dosa-dosanya yang terdahulu”. (Hadith Sahih: Riwayat Bukhari dan Muslim)

4. Pintu rahmat terbuka luas

"Apabila tiba bulan Ramadan maka dibuka pintu-pintu rahmat." ­- Hadis riwayat Muslim di dalam Sahihnya, hadis no: 1079 

Pada bulan Ramadan pintu-pintu Rahmat dibuka akan dibuka seluas-luasnya. ALLAH S.W.T meluaskan rahmat-NYA kepada seluruh hamba-hamba-NYA yang tekun beribadah dan taat kepada-NYA dengan memberi ganjaran pahala yang berlipat kali ganda.

5. Pintu langit terbuka luas

"Apabila masuk bulan Ramadan, pintu-pintu langit dibuka." - Hadis riwayat al-Bukhari dalam Sahihnya, hadis no: 1899. 

ALLAH S.W.T membuka pintu langit seluas-luasnya pada bulan Ramadan yang mulia ini untuk menurunkan limpahan rahmat-NYA kepada sekalian hamba-hamba-NYA serta segala amalan-amalan berbentuk ketaatan kepada-NYA akan naik secara terus kepada-NYA.

6.Pintu syurga terbuka luas

"Apabila datang bulan Ramadan, pintu-pintu syurga akan dibuka." Hadis riwayat al-Bukhari dalam Sahihnya, hadis no: 1898 

Pada bulan Ramadan yang penuh berkat ini juga dibuka seluas-luasnya pintu syurga bagi mereka yang beriman dan taat kepada perintah ALLAH. Bahkan, di bulan yang mulia ini jugalah ALLAH melimpahkan pelbagai ganjaran pahala kepada hamba-NYA yang menjadi penyebab memudahkan mereka masuk ke syurga. 

7. Pintu neraka tertutup rapat

“Apabila masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka jahanam ditutup” Hadis Riwayat Bukhari dalam sahihnya, Hadis no. 1899 

8. Syaitan dibelenggu

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda maksudnya:
Apabila masuk bulan Ramadan terbukalah pintu-pintu syurga dan terkuncilah segala pintu neraka manakala sekalian syaitan dirantai dan dibuka segala pintu rahmat. (Riwayat Bukhari dan Muslim)” 

9. Malam Lailatul Qadar 

Terdapat Surah khusus di dalam Al-Quran yang menceritakan tentang kemuliaan malam Lailatul Qadar iaitu Surah Al-Qadr, ayat 1-5.

Malam ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Sesiapa yang melakukan ibadat pada malam ini akan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat kali ganda daripada Allah S.W.T. 

Bilakah berlakunya malam Lailatul Qadr?

a) Rasulullah S.A.W. bersabda:

"Carilah lailatulqadar pada malam-malam yang ganjil daripada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan." Hadis riwayat al-Bukhari di dalam Sahihnya, hadis no: 2017 

b) Rasulullah S.A.W. bersabda:

"Carilah (lailatulqadar) pada sepuluh malam terakhir. Jika seseorang kamu lemah atau tidak mampu, janganlah dia kalah (putus asa) mencarinya pada baki tujuh malam terakhir." - Hadis riwayat Muslim di dalam Sahihnya, hadis no: 1165.

Daripada kedua hadis berikut, dapat kita simpulkan bahawa kita seharusnya mengambil peluang untuk menambahkan pahala dengan menggandakan ibadah pada malam yang ganjil bermula sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan terutamanya pada malam ke 23, 25, 27 dan 29. Ini kerana, pada sepuluh malam terkahir inilah Rasulullah s.a.w mempergiatkan ibadahnya. 

c) Aisyah r.a berkata:

​Rasulullah s.a.w bersungguh-sungguh melakukan ibadah pada sepuluh hari terakhir yang tidak pernah dilakukannya pada waktu lain." - Hadis riwayat Muslim di dalam Sahihnya, hadis no: 1174.

Antara ibadah yang amat dianjurkan oleh Rrasulullah S.A.W pada bulan Ramadhan adalah qiamullail (solat malam), memperbanyakkan doa, berzikir, membaca al-Quran dan amal soleh yang lain. 

10. Ibadat solat terawih

Solat sunat terawih merupakan ibadah sunat yang sangat dituntut (sunat muakkad). Ibadah ini hanya dapat dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Dan boleh dilakukan secara berjemaah ataupun bersendirian. Solat sunat terawih dan bulan Ramadhan sudah cukup sinonim antara satu sama lain. Ibadat solat sunat terawih cukup istimewa kerana dijanjikan ganjaran pahala yang berlipat ganda kepada sesiapa yang melakukannya.

PENGISIAN RAMADHAN

1. Berpuasa pada siangnya dengan puasa yang sebenarnya.

2. Menghidupkan malam dengan amalan yang disyariatkan termasuk qiamullail

3. Meningkatkan amalan harian

4. Menunaikan solat tarawih

5. Bertadarus al-quran

6. Menunaikan zakat fitrah dan zakat yang lain

7. Beriktikaf terutama 10 malam terakhir

8. Memperbanyakkan sedekah

9. Memberi makanan kepada orang yang berpuasa

10. Bersahur

11. Bersederhana dalam berbelanja dan makan minum

12. Menjaga pancaindera dari melakukan maksiat

13. Menunaikan umrah jika mampu

Kita seharusnya mengambil peluang untuk menambahkan amalan ibadat sebanyak mungkin pada bulan yang penuh berkah ini. Semoga ibadah kita semua diberkati dan diberikan balasan pahala yang berlipat kali ganda.

Selamat beribadah dan Salam Ramadhan 2020.

Wallahualam.

Kredit/Sumber: iluvislam.com, syariah.perak.gov.my

Ubai Mati Di Tangan Nabi Muhammad SAW

Manusia Yang Mati Di Tangan Nabi Muhammad SAW

Kisah Ubai bin khalaf seorang yang nyata kekafirannya berazam untuk bunuh Nabi SAW. Dia membela seekor kuda dan memberinya cukup makan untuk dibawa ke medan perang.


Semasa beliau melihat Nabi SAW dalam perang Uhud, beliau telah ternampak Nabi SAW dan ingin membunuhnya. Nabi SAW melarang para sahabat untuk membunuh Ubai dan membiarkan Ubai bin Khalaf datang kepada Nabi SAW.

Semasa dia hampir kepada Nabi SAW, Nabi SAW telah mengambil lembing daripada salah seorang sahabat dan melemparnya kepada Ubai menyebabkan leher Ubai bin Khalaf sedikit luka.. Ubai bin Khalaf menjerit (dikatakan jeritan beliau seperti seekor lembu jantan) kerana Nabi SAW telah membunuhnya.

Tentera kafir menenangkannya dan mengatakan ini hanya luka kecil. Abu Sufian telah mengejeknya dengan berkata "Kamu menjerit begitu kuat sekali kerana luka yang sedikit?" Ubai berkata,, "Kamu tahukah pukulan siapakah ini? Ini adalah pukulan Muhammad. Demi Latta Wal Uzza, kesakitan yang aku alami ini begitu dahsyat. Sekiranya kesakitan ini dibahagikan kepada penduduk Hijaz (Tanah Arab) maka semuanya akan binasa.

Sejak Muhammad berkata kepada aku di Mekah bahawa dia akan membunuh aku, aku SUDAH YAKIN bahawa aku tidak akan terlepas daripadanya. Setelah Muhammad berkata demikian, jika Muhammad meludahi aku sekalipun nescaya aku akan MATI!!"

Cuba kita lihat kisah ni. Orang kafir yang jelas kekafirannya pun YAKIN dengan apa yang Nabi SAW cakap. Cuba kita renung diri kita..berapa banyak sunnah Rasulullah SAW yang kita ikut. Kita kata kita cintakan Rasulullah SAW tapi sunnahnya??

....dan akhirnya dia mati dalam perjalanannya pulang ke Kota Makkah.

Mengenai Ubai bin Khalaf ini ada hadith yang menyebutkan namanya secara jelas:

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ ، حَدَّثَنِي كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ ، عَنْ عِيسَى بْنِ هِلَالٍ الصَّدَفِيِّ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ذَكَرَ الصَّلَاةَ يَوْمًا ، فَقَالَ : مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ ، وَفِرْعَوْنَ ، وَهَامَانَ ، وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ

Daripada Abdullah bin Amr daripada Rasulullah SAW bahawasanya Baginda menyebut (tentang) solat pada suatu hari, lalu Baginda bersabda:

"Barangsiapa yang memeliharanya (solat), adalah baginya cahaya, bukti dan penyelamat (pada) Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang tidak memeliharanya, tiadalah baginya cahaya, bukti dan penyelamat. Dan adalah dia (pada) Hari Kiamat bersama Qarun, Fir'aun, Haman dan Ubai bin Khalaf."

[Ahmad (6576 - Al-Arna'uth); Kata Syaikh al-Arna'uth: Isnadnya hasan.]

Syeikh al-Islam Ibn Taimiyyah berkata: “Nabi SAW adalah manusia yang paling sempurna dalam keberanian yang amat diperlukan bagi seseorang pemimpin perang. Baginda tidak pernah membunuh seorangpun dengan tangan baginda sendiri melainkan Ubai bin Khalaf, yang dibunuh baginda dalam peperangan Uhud yang baginda tidak pernah membunuh seorang lain sebelum atau selepasnya sama sekali.” (Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyyah)

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad di dalam Musnadnya daripada Ibn Mas’ud:

Maksudnya: “Sesungguhnya manusia yang paling dahsyad diazab pada hari kiamat ialah seorang lelaki yang dibunuh oleh Nabi atau membunuh seorang Nabi, pemimpin kesesatan dan pembuat berhala.” (HR Ahmad dan dinilai Hasan oleh al-Arnaut)

Wallahualam.

Kredit/Sumber: FB Surau Al Muttaqin Putrajaya 5r6, bin-sahak.blogspot.com

Mengenali Syafaat Rasulullah SAW

Syafaat Rasulullah

Marilah kita hayati betapa besarnya pengorbanan Nabi SAW untuk membawa umat Islam ke syurga dengan memberikan syafaatnya.

Syafaat terbahagi kepada dua iaitu Syafaat umum dan Syafaat khusus. Syafaat umum ialah syafaat yang dikurniakan kepada para Nabi, ulama dan syuhada.

Syafaat khusus pula hanyalah dikurniakan kepada Nabi kita Muhammad SAW iaitu alSyafaat al-Uzma.

Syafaat ini bermaksud permohonan oleh baginda nabi SAW kepada Allah supaya disegerakan sesi perbicaraan dan pengadilan setelah lama sengsara menunggu di perhimpunan Mahsyar.

Ketika itu semua manusia sudah tidak tahan dengan kesengsaraan yang dialami di Mahsyar lalu mereka beramai-ramai pergi berjumpa Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa agar supaya dipercepatkan proses perbicaraan dan pengadilan.

Bagaimanapun kesemua Nabi tersebut enggan menolong malah ada yang mengatakan bahawa ketika itu Allah sedang murka yang amat sangat dan tidak pernah Allah murka sebegitu rupa sebelumnya.

Akhirnya orang ramai sepakat pergi berjumpa Nabi Muhammad SAW untuk memohon kepada Allah SWT supaya perbicaraan dan pengadilan segera dijalankan.

Nabi Muhammad SAW bersetuju lantas sujud bermunajat kepada Allah di bawah Arasy, permohonan nabi itu dikabulkan dan pengadilan pun dimulakan.

Selain dari Syafaat al-Uzma ada lagi syafaat-syafaat yang lain yang dianugerahkan kepada Nabi SAW seperti berikut:

1. Syafaat yang diberi kepada para aulia dan solihin untuk meninggikan tingkat kedudukan mereka di dalam syurga.

2. Syafaat untuk menjemput orang-orang yang masih ada saki baki iman dalam diri mereka walau sebesar gandum, mereka dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga. Syafaat ini diperolehi oleh Rasulullah SAW dengan rasa belas kasihan baginda SAW lalu berdoa sambil menangis kepada Allah.

Al-Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma bahawa Nabi SAW berdoa; “Ya Allah! Umatku umatku (mereka masih berada di dalam neraka). Permintaan Nabi dikabulkan Allah dengan firmannya: “…Kami sesunggunnya reda terhadap umatmu dan kami tidak akan menyakitkan hatimu (maksudnya mereka dikeluarkan dari neraka).

Membaca al-Quran juga boleh membantu seseorang itu untuk masuk syurga selain amalan solat yang tidak ditinggalkan.

3. Syafaat yang diberikan kepada Nabi SAW untuk membantu orang yang timbangan amal kebaikannya dan kejahatannya sama berat. Maka dengan pertolongan tersebut akhirnya orang itu berjaya memasuki Syurga.

4. Syafaat yang diberikan kepada Nabi SAW untuk memasukkan orang-orang tertentu ke dalam syurga tanpa hisab dan azab. Mereka yang sangat bernasib baik ini akan masuk kedalam syurga melalui laluan khas yang telah ditentukan.

Al-Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis melalui Abdul Rahman bin Abu Bakar Radhiallahu Anhu beliau berkata, bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Tuhanku telah mengurniakan kepadaku seramai 70,000 dalam kalangan umatku mereka masuk syurga tanpa hisab.

Saidina Umar bertanya kepada Nabi SAW; “Tidakkah tuan minta ditambah bilangan itu? Rasulullah menjawab ya! Saya telah memohon tambahan, lalu Allah mengurniakan kepadaku tambahan setiap seorang membawa 70,000 orang bersama.

Umar berkata: Tidakkah tuan meminta tambah lagi? Rasulullah menjawab ya! Setiap seorang membawa 70,000 lagi. Umar bertanya lagi: Tidakkah Tuan meminta tambah lagi? Rasulullah SAW menjawab ya! Aku telah meminta tambah tetapi setakat itu sahaja yang diberi.

5. Syafaat yang dikurniakan kepada Nabi SAW untuk menyelamatkan orang yang telah melakukan dosa besar dari seksaan api neraka.

Hadis daripada Anas Bin Malik Radhiallahu Anhu bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Syafaatku untuk orang yang melakukan dosa besar dalam kalangan ummatku.” - [Imam Ahmad].

Berdasarkan kepada keterangan di atas, adakan kita bakal termasuk dalam golongan umat Islam yang akan mendapat syafaat Nabi? Apakah amalan kita agar tergolong agar orang yang memperoleh syafaat itu?

Perkara yang membolehkan untuk mendapat syafaat Nabi SAW

1. Umat Islam mesti yakin bahawa kehadiran Nabi Muhammad SAW ke alam ini adalah membawa rahmat kepada seluruh alam.

2. Umat Islam hendaklah sedar bahawa mandat untuk memberikan syafaat adalah kurniaan dan keizinan Allah.

3. Umat Islam yang ingin mendapatkan syafaat Nabi SAW mestilah tidak pernah menyengutukan Allah SWT.

4. Orang-orang yang ingin mendapatkan syafaat dari Nabi SAW mestilah memperbanyak amalan dan selawat kepada baginda.

“Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang Rasul dari golongan kamu sendiri (iaitu Nabi Muhammad SAW), yang menjadi sangat berat kepadanya sebarang kesusahan yang ditanggung oleh kamu, yang sangat tamak (inginkan) kebaikan bagi kamu, (dan) ia pula menumpahkan perasaan belas serta kasih sayangnya kepada orang-orang yang beriman. - [al-Taubah: 128].

Wallahualam

Kredit/Sumber: mstar.com.my

Syafaat Rasulullah Sebagai Peluang Terakhir

Syafaat Rasulullah Sebagai Peluang Terakhir

Sesungguhnya perkataan syafaat itu tidaklah bagitu asing kepada kebanyakan penganut islam di Nusantara ini, kerana sebahagian orang lantaran ghairahnya kepada syafaat itu maka ia menamakan anaknya dengah nama Supaat yang berasal dari perkataan Syafaat yang ertinya pertolongan dari nabi SAW pada hari kiamat nanti. Dalam Al-Quran kalimat syafaat ini disebut sebanyak empat kali, antara lain Allah SWT berfirman dalam surah Taha ayat 109:

“Pada hari itu, tidak berfaedah syafaat kecuali dari orang yang diizinkan oleh Allah yang melimpah-limpah rahmat-Nya, dan kepada orang yang diredai perkataannya”. 

Al-Imam Al-Tahawiy dalam matan Al-Tahawiyyah ada menegaskan:

“Sesungguhnya Syafaat yang disimpan untuk umatnya adalah benar seperti mana yang diriwayatkan dalam beberapa banyak hadis Nabi SAW. Hadis dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu bahawa Nabi SAW bersabda: 

“Setiap para Nabi mempunyai satu doa yang mustajab, aku ingin menyimpan doa itu untuk memberikan syafaat kepada umatku pada hari kiamat nanti”. (Riwayat al-Bukhari). Hadis dari Usman bin Affan, beliau berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga golongan yang akan memberikan syafaat pada hari kiamat nanti, mereka ialah para Anbia, para Ulama dan para Syuhada.” (Riwayat Ibnu Majah). 

Menelusuri ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis yang sahih, para ulama menyimpulkan bahawa syafaat terbahagi kepada dua: iaitu Syafaat umum dan Syafaat khusus. Syafaat umum ialah syafaat yang dikurniakan kepada para Nabi, ulama dan syuhada. Syafaat khusus pula hanyalah dikurniakan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Syafaat ini juga dikenali sebagai alSyafaat al-Uzma. Ia adalah permohonan yang dirafakkan oleh baginda nabi SAW kepada Allah SWT supaya disegerakan sesi perbicaraan dan pengadilan setelah lama sengsara menunggu di perhimpunan mahsyar. Hadis daripada Aisyah Radhiallahu Anha beliau berkata Rasulullah SAW bersabda: 

“Kamu akan dihimpunkan di padang Mahsyar dalam keadaan tiada berpakaian”. (Riwayat Al-Bukhari). Jelasnya semua manusia sudah tidak tahan dengan kesengsaraan yang dialami di mahsyar itu, akhirnya mereka beramai-ramai pergi berjumpa Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa supaya dipercepatkan proses perbicaraan dan pengadilan. Kesemua Nabi tersebut enggan menolong malah ada yang mengatakan bahawa kami dapati hari ini Allah sedang murka yang amat sangat dan tidak pernah Allah murka sebegitu rupa sebelumnya. 

Mereka masing-masing mengatakan “nafsi nafsi ” diriku, diriku, dirimu dirimu selamatkanlah diri masing-masing. Akhirnya orang ramai sepakat pergi berjumpa Nabi kita Muhammad SAW untuk memohon kepada Allah SWT supaya perbicaraan dan pengadilan segera dijalankan, Nabi Muhammad SAW bersetuju lantas sujud bermunajat kepada Allah di bawah Arasy, permohonan nabi itu dikabulkan dan pengadilan pun dimulakan. 

Selain dari Syafaat al-Uzma ada lagi syafaat-syafaat yang lain yang dianugrahkan kepada Nabi SAW seperti berikut: 

Pertama: Syafaat yang diberi kepada para aulia dan solihin untuk meninggikan tingkat kedudukan mereka di dalam syurga. 

Kedua: Syafaat untuk menjemput orang-orang yang masih ada saki baki iman dalam diri mereka walau sebesar gandum, mereka dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga. Syafaat ini diperolehi oleh Rasulullah SAW dengan rasa belas kasihan baginda SAW yang berdoa sambil menangis kepada Allah. Al-Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Umar Radhiallahu Anhuma bahawa Nabi SAW berdoa “Ya Allah! Umatku umatku (mereka masih berada didalam neraka). Permintaan Nabi dikabulkan Allah dengan firmannya: ِ

“…Kami sesungguhnya redha terhadap umatmu dan kami tidak akan menyakitkan hatimu (maksudnya mereka dikeluarkan dari neraka)”  

Ketiga: Syafaat yang diberikan kepada Nabi SAW untuk membantu orang yang timbangan amal kebaikannya dan kejahatannya sama berat. Maka dengan pertolongan tersebut akhirnya orang itu berjaya memasuki Syurga. 

Keempat: Syafaat yang diberikan kepada Nabi SAW untuk memasukkan orang-orang tertentu ke dalam syurga tanpa hisab dan azab. Mereka yang sangat bernasib baik ini akan masuk kedalam syurga melalui laluan khas yang telah ditentukan. Mudah-mudahan kita termasuk dalam kumpulan ini, Amin!. Al-Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis melalui Abdul Rahman bin Abu Bakar Radhiallahu Anhu beliau berkata, bahawa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Tuhanku telah mengurniakan kepadaku seramai tujuh puluh ribu dalam kalangan umatku mereka masuk syurga tanpa hisab. Saidina Umar bertanya kepada Nabi SAW, “tidakkah tuan minta ditambah bilangan itu?, Rasulullah menjawab ya! Saya telah memohon tambahan, lalu Allah mengurniakan kepadaku tambahan setiap seorang membawa tujuh puluh ribu orang bersama. Umar berkata: tidakkah Tuan meminta tambah lagi?, Rasulullah menjawab ya! Setiap seorang membawa tujuh puluh ribu lagi. Umar bertanya lagi: tidakkah Tuan meminta tambah lagi? Rasulullah SAW menjawab ya! Aku telah meminta tambah tetapi setakat itu sahaja yang diberi. 

Kelima: Syafaat yang dikurniakan kepada Nabi SAW untuk menyelamatkan orang yang telah melakukan dosa besar dari seksaan neraka. Hadis daripada Anas Bin Malik Radhiallahu Anhu bahawa Rasulullah SAW bersabda:“Syafaatku untuk orang yang melakukan dosa besar dalam kalangan ummatku.” (Imam Ahmad).

Akhirnya mari kita bisikkan ke lubuk hati kita dengan pertanyaanpertanyaan seperti berikut: Adakah kita termasuk orang yang layak mendapat habuan dari syafaat-syafaat tersebut? Adakah Rasulullah cukup mengenali kita melalui selawat dan salam yang telah kita tujukan kepadanya? Adakah kita telah menjadi pendokong setia kepada ajaran yang Baginda bawa sehingga melayakkan kita mendapat pertolongan baginda?

Wallahualam.

Kredit/Sumber: e-masjid.jais.gov.my

Air gelegak, nanah minuman neraka

Air Gelegak, Nanah Minuman Neraka


AIR mendidih, peluh, nanah, minuman penghuni neraka yang ketika di dunia hidup bergelumbang dengan rasuah, minum arak dan memakan benda-benda haram. Ustaz Ahmad Dusuki Abdul Rani dalam slot Mau'izati berkata, manusia di Padang Mahsyar menginginkan air dari Telaga Kauthar untuk menghilangkan kehausan mereka dan antara jalan bagi mendapatkannya ialah dengan mengikuti sunah Rasulullah SAW di sepanjang kehidupan. 

BERDOA mohon keredaan Ilahi sepanjang hidup di dunia supaya sentiasa menjadi Mukmin bertakwa. Apabila tiba hari kebangkitan, manusia berada dalam keadaan sangat lapar dan kehausan yang lebih 70 kali ganda dahsyatnya daripada yang dirasakan ketika hidup di dunia dahulu. Melalui slot Mau'izati di IKIMfm, Ustaz Ahmad Dusuki Abdul Rani berkata, manusia di Padang Mahsyar menginginkan air dari Telaga Kauthar untuk menghilangkan kehausan dan antara jalan mendapatkannya ialah dengan mengikuti sunah Rasulullah SAW di sepanjang kehidupan. 

Walaupun hanya seteguk sahaja air Telaga Kauthar, ia mampu menghilangkan segala kelaparan, dahaga dan kesedihan sepanjang tempoh berada di Padang Mahsyar. Namun, tidak semua umat Nabi Muhammad SAW berpeluang meneguk air di telaga itu. Sebaliknya, mereka beroleh minuman yang disediakan di dalam neraka iaitu hamim. Abdullah bin Isa al-Kharras menyebut daripada Daud, daripada Iqrimah bahawa Ibnu Abbas menyebut, hamim adalah panas yang membakar iaitu air yang masuk ke dalam kerongkong dalam keadaan panas. Air panas itu mendidih sejak Allah SWT menciptakan langit dan bumi sehinggalah tiba waktu penghuni neraka meminumnya dan dituangkan di atas kepala sehingga terlerai anggota tubuh badan mereka. 

Air mata penghuni neraka Ibnu Wahab menyebut daripada Ibnu Zaid, hamim adalah air mata penghuni neraka yang terkumpul di dalamnya dan air itu diminum oleh mereka. Syabib menuturkan daripada Iqrimah, daripada Ibnu Abbas bahawa panasnya hamim itu sehingga tidak ada lagi tahap kepanasan selepasnya kerana kepanasan sudah berada di kemuncaknya. Diberi kepada penghuni neraka bersama besi pengait yang dimasukkan dalam tengkuk mereka. 

Manusia yang diazab begini adalah kalangan mereka yang meminum arak, memakan rasuah dan makanan yang diharamkan Allah SWT ketika hidup dahulu. Rasulullah SAW sentiasa berpesan supaya jangan sesekali memasukkan sesuatu yang haram ke dalam tubuh badan kerana setiap daging yang tumbuh daripada sumber yang haram, maka nerakalah tempat sesuai bagi mereka. 

Jenis minuman kedua diberi kepada penghuni neraka ialah ghassaq. Ibnu Abbas menyebut, ia mengalir daripada kulit dan daging orang kafir iaitu peluh yang ditadahkan, lalu diberi minum kepada ahli neraka lainnya. Ghassaq sejuk sifatnya dan apabila memasuki tubuh badan menyebabkan rasa amat sakit. Abdullah bin Amru menyebut, ghassaq adalah nanah kental yang keluar daripada tubuh badan orang kafir, bersifat pekat dan likat. Seandainya setitis sahaja ghassaq tumpah di bahagian barat, nescaya ia akan mencemari sehingga di bahagian timur neraka. 

Mujahid pula berkata ghassaq sesuatu yang tidak mungkin dapat dirasakan kerana terlalu sejuk sifatnya. Qaab berkata, ia sengatan racun daripada seluruh binatang berbisa yang dikumpulkan dan apabila anak Adam mencelupnya dengan sekali celupan, kulit serta dagingnya terlepas daripada tulangnya, melekat di tumit lalu ditarik seperti dilakukan oleh seorang penarik pakaian. Saidi berkata, ghassaq adalah air mata penghuni neraka yang diminum bersama hamim. Diriwayatkan oleh Dharraj daripada Abu Haisam kepada Said, Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya satu timba daripada ghassaq ditumpahkan ke atas dunia, nescaya seluruh penghuninya akan berbau sangat busuk." Firman Allah SWT yang bermaksud: "Mereka tidak dapat merasai udara yang sejuk di dalamnya dan tidak pula sebarang minuman kecuali air panas yang menggelegak dan air nanah yang mengalir." (Surah al-Naba', ayat 24-25) 

Minuman ketiga bagi penghuni neraka ialah al-syadid seperti mana disebut dalam surah Ibrahim, ayat 17: "Ia meminumnya dengan terpaksa dan hampir tidak dapat diterima oleh tekaknya (kerana busuknya) dan ia didatangi (penderitaan) maut dari segala arah, sedang ia tidak pula mati (supaya terlepas dari azab seksa itu); dan selain dari itu, ada lagi azab seksa yang lebih berat." Qatadah berkata, al-syadid adalah nanah bercampur darah yang mengalir antara daging dan kulit. Imam Ahmad dan al-Tarmizi meriwayatkan daripada Abu Umamah, sabda Rasulullah SAW: "Ia didekatkan kepada air nanah lalu mereka meminumnya dengan terpaksa. 

Apabila air nanah itu berada dekat dengan mukanya maka terbakarlah ia dan berguguranlah kulit, kepala dan rambutnya. Apabila diminum air itu menyebabkan putus ususnya hingga keluar daripada duburnya." Arak rosakkan akal manusia Daripada Jabir, Rasulullah SAW bersabda: "Allah SWT berjanji, bagi sesiapa yang meminum satu minuman memabukkan yang dilarang di dalam Islam, kerana ia akan merosakkan akal dan menjatuhkan nilai dirimu lebih rendah daripada binatang. Dia akan diberi minuman di dalam neraka dengan peluh dan air bisa ahli neraka. 

Mereka terbabit dengan minuman memabukkan seperti arak termasuklah 10 golongan, di antaranya mereka yang menuangnya, menghidang atau membawanya, akan turut menerima azab diberi minuman itu di dalam neraka kelak. Di dalam neraka terdapat sungai yang dipenuhi dengan nanah bercampur darah dan berbau busuk. Penghuni neraka akan disembam ke dalamnya, dibukakan mulutnya dan dipaksa meminum air itu."

Kredit/sumber: bharian.com.my

Kisah Seorang Lelaki Bersama Tujuh Biji Batu Wukuf

Kisah Seorang Lelaki Bersama Tujuh Biji Batu Wukuf

Gambar Hiasan
Dalam sebuah hadith menceritakan pada zaman dahulu ada seorang lelaki wukuf di Arafah. Dia berhenti di satu kawasan yang luas. Pada waktu itu orang sedang melakukan ibadat haji. 

Wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji. Bahkan wukuf di Arafah disebut sebagai haji yang sebenarnya kerana apabila seseorang itu berwukuf di Padang Arafah dianggap hajinya telah sempurna walaupun yang lainnya tidak sempat dilakukan.

Sabda Rasulullah SAW :

"Alhajju Arafat" (Haji itu di Arafah).

Rupanya lelaki itu tadi masih belum mengenali Islam dengan lebih mendalam.

Masih dalam istilah 'muallaf'. Semasa dia berada di situ, dia telah mengambil tujuh biji batu lalu berkata pada batu itu :

"Hai batu-batu, saksikanlah olehmu bahawa aku bersumpah bahawa tidak ada tuhan melainkan ALLAH dan Muhammad itu pesuruh ALLAH."

Setelah dia berkata begitu dia pun tertidur di situ. Dia meletakkan ketujuh-tujuh batu itu di bawah kepalanya.

Tidak lama kemudian dia bermimpi seolah-olah telah datang kiamat. Dalam mimpi itu juga dia telah diperiksa segala dosa-dosa dan pahalanya oleh Tuhan. Setelah selesai pemeriksaan itu ternyata dia harus masuk ke dalam neraka. Maka dia pun pergi ke neraka dan hendak memasuki salah satu daripada pintu-pintunya.

Tiba-tiba seketika batu kecil yang dikumpulnya tadi datang dekat pintu neraka tersebut. Tetapi mereka tidak sanggup rupanya. Malaikat azab telah berada di situ. Semua malaikat itu menolaknya masuk ke pintu neraka tersebut.

Tapi sanggup rupanya. Kemudian dia pun pergi ke pintu lain. Para malaikat itu tetap berusaha hendak memasukkannya ke dalam neraka tapi tidak berjaya kerana batu mengikut ke mana sahaja dia pergi.

Akhirnya habislah ketujuh pintu neraka didatanginya. Para malaikat yang bertindak akan menyiksa orang-orang yang masuk neraka berusaha sekuat tenaga untuk menolak lelaki itu dalam neraka tetapi tidak berjaya.

Sampai di pintu neraka nombor tujuh, neraka itu tidak mahu menerimanya kerana ada batu yang mengikutinya. Ketujuh-tujuh batu itu seolah-olah membentengi lelaki itu daripada memasuki neraka. Kemudian dia naik ke Arasy di langit yang ketujuh. Di situlah ALLAH berfirman yang bermaksud :

"Wahai hambaku, aku telah menyaksikan batu-batu yang engkau kumpulkan di padang Arafah. Aku tidak akan menyia-nyiakan hakmu. Bagaimana aku akan menyia-nyiakan hakmu sedangkan aku telah menyaksikan bunyi 'syahadat' yang engkau ucapkan itu. Sekarang masuklah engkau ke dalam syurga."

Sebaik sahaja dia menghampiri pintu syurga itu, tiba-tiba pintu syurga itupun terbuka lebar. Rupanya kunci syurga itu adalah kalimat syahadat yang diucapkannya dahulu.

Kredit/Sumber: Sinarharian

Khanaz Anak Syaitan

Anak Syaitan Bernama Khanaz


Di awal Nabi Adam dan Hawa di turunkan ke Bumi., syaitan laknatullah yang tak pernah mengenal putus asa untuk menghancurkan anak cucu Adam, memikirkan bagaimana cara hendak menganggu kacau anak cucu Adam dari patuh dengan suruhan Allah. 


Suatu hari ibu syaitan laknatullah duduk berfikir "macam mana aku hendak kenakan anak cucu Adam"....dan tiba-tiba dia nampak anak dia yang bernama khanaz. lalu di panggilnya "khanaz ....mari sini ikut mak...". 

Lalu dia pun pergi menuju ke rumah Adam dan Hawa. Yang pada ketika itu Nabi Adam baru saja meninggalkan rumah untuk pergi kerja mencari nafkah. Dan tinggallah Hawa keseorangan di rumah, tiba-tiba, pintu rumah diketuk, lalu dibuka oleh Hawa dan bertanya "Siapa kamu.." ibu syaitan laknatullah menjawab "Tolong jagakan anak saya...nanti saya akan datang untuk ambil dia balik".

Hawa yang tidak mengetahui apa-apa muslihat ibu syaitan laknatullah, sedia memberi pertolongan. Apabila Adam pulang, Adam terperanjat dan bertanyakan Hawa "Anak siapa nie..?", Lalu Hawa menjawab "Tak tahulah..tadi ada seorang wanita menyuruh kita menjaga anak ini." Adam berfikir dan " Ini mesti anak syaitan, yang mahu menganggu anak cucu kita...".

"Apa harus kita lakukan sekarang..?"tanya Hawa pada Adam. Setelah lama berfikir "Kita potong-potong dagingnya sehingga kecil dan gantungkan isi-isi dagingnya di pokok luar rumah kita...Nanti bila ibunya datang biar dia nampak dan tahu anaknya sudah tiada...".

Keesokkan pagi harinya ibu syaitan laknatullah itu pun datang lagi ketika Adam sudah keluar pergi kerja. "Mana anak aku..."Tanya ibu syaitan pada Hawa. Hawa pun menjawab dan secara tidak sengaja menerangkan apa yang telah meraka lakukan terhadap anak syaitan. 

"anak kamu........Semalam Adam pulang ke rumah, lalu ia mengatahui yang anak itu anak syaitan laknatullah... lalu sudah kami kerat-kerat anak kamu dan kami gantungkan dagingnya di atas pokok luar sana ..."terang Hawa. 

"Oh...ia ke?..."jawab ibu syaitan laknatullah dengan nada yang tidak risau. Kemudian ibu syaitan laknatullah meneriak memanggil anaknya "Khanazzzzz....!!!" 

Tiba-tiba daging-daging khanaz laknatullah yang telah dikerat bergantungan di atas pokok itu pun bercantum kembali dan menjadi hidup dan menjadi khanaz laknatullah kembali dan ibu syaitan laknatullah masih tidak berputus asa dan masih meminta Hawa menjagakan khanaz lakantullah dan dia berpesan akan kembali lagi esok hari nya. 

Apabila Adam pulang dan terlihatlah anak syaitan laknatullah yang bernama khanaz laknatullah itu lagi dan bertanyakan pada Hawa kenapa anak syaitan laknatullah itu masih berada di rumah meraka. Hawa menerang apa yang berlaku. 

"Kita tak boleh biarkan usaha syaitan laknatullah untuk menganggu hidup anak cucu kita.." kata Adam. "Apa harus kita lakukan lagi.."tanya Hawa. "Begini..kita bakar anak syaitan laknatullah ini dan abunya kita buangkan ke laut, biar abunya di bawa arus laut dan ibunya tidak akan dapat mendapatkan anaknya ini lagi..." terang Adam. 

Keesokan paginya datang lah lagi ibu syaitan laknatullah ini bertanyakan khanaz laknatullah. ketika Adam sudah keluar bekerja. "Mana anak aku?" tanya ibu syaitan laknatullah. "Anak kamu sudah kami bakar dan abunya kami buang ke laut!" jawab Hawa. 

"Oh ia ke? Kata ibu sayitan laknatullah lalu meneriak mamanggil "khanaz laknatullah!!!"...kemudian bercantumlah kembali daging khanaz laknatullah dari abu dan menjadi Khanaz laknatullah kembali. Kemudian di serahkankan kembali pada Hawa untuk menjaga khanaz laknatullah. 

Apabila Adam pulang, mendapati anak syaitan laknatullah itu masih berada di rumahnya. "Ini tak boleh jadi, kita tak boleh biarkan mereka ganggu anak cucu kita"kata Adam. "Apa harus kita lakukan ?" tanya Hawa. "Begini sajalah...kita belah dua anak dia nie ..kamu telan sebelah, aku telan sebelah. Habis cerita!" Cadang Adam. 

Keesokan pagi, datanglah lagi ibu syaitan laknatullah bertanyakan anaknya ketika Adam sudah keluar bekerja. "Mana anak aku" tanya ibu syaitan laknatullah.  "anak kamu ...., kali ini kamu tak dapat balik anak kamu.."jawab Hawa. "Kenapa..?"tanya ibu syaitan laknatullah. 

"Anak kamu telah kami telan....!" Jawab Hawa dengan penuh yakin. "Ia ke...? Lalu ibu syaitan laknatullah memanggil anaknya" khanaz!!!" "ia mak...." jawab khanaz laknatullah dari dalam badan Hawa.. Bagus anakku..kamu duduk sana , jangan keluar-keluar. Arah ibu syaitan laknatullah pada khanaz laknatullah. 

Itulah cerita dia kawan-kawan...duduklah khanaz laknatullah dalam tubuh badan manusia sehinggá Hari Kiamat.

Tugas Syaitan Khanaz

  • Bila kita makan ia(laknatullah) pun makan, kita minum ia(laknatullah) pun minum. 
  • Apa aktiviti kita buat dia(laknatullah)akan menyertai JIKA KITA TIDAK MEMBACA BISMILLAH. 
  • Bila kita solat dia(laknatullah) akan berusaha supaya kita was-was, itulah mana yang sedang solat, tiba-tiba tidak ingat berapa rakaat sudah disolatkan. 
  • Buat kerja kita keliru dan ingat-ingat lupa "Eh dah buat ke Belum yer.." ubatnya banyakkan dengan BERISTAGAFAR... 
  • khanaz laknatullah akan belari / bermain dalam darah kita...ubatnya...banyakkan Zikir... 
Sahabat Rasulullah pernah bertanya bagaimana hendak mengelak dari khanaz laknatullah ini. Sabda Rasulullah S.A.W., setiap apa yang hendak kita lakukan mulakanlah dengan membaca BISMILLAH dan Doa., sekurang-sekurangnya BISMILLAH dan khanaz laknatullah akan berasa kelaparan bila kita berpuasa dan akan menjadi bertambah kurus apabila kita memulakan dengan membaca Bismillah sebelum makan. 

Bagaimana syaitan laknatullah yang tidak pernah putus asa untuk memperdaya anak cucu Adam.. Surah An Nas jua menceritakan hal syaitan laknatullah bernama khanaz laknatullah yang sentiasa membuat kita merasa was-was. 

Apa-apa pun mulakan setiap kerja aktiviti dengan nama Allah S.W.T., BISMILLAH. 

Walllahualam....

Translate

CLOSE