Nasib Akhir Iblis di Hari Kiamat

iblis

Nasib Akhir Iblis di Hari Kiamat

Iblis, makhluk yang dikenal dalam Islam sebagai pembangkang pertama terhadap perintah Allah, memainkan peranan besar dalam perjalanan hidup manusia. Sejak penolakannya untuk sujud kepada Nabi Adam a.s., Iblis telah berjanji untuk menyesatkan manusia sehingga hari kiamat. Namun, apakah nasib akhirnya? Dalam artikel ini, kita akan membincangkan nasib Iblis di akhirat berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama.

Janji Iblis dan Tugasnya di Dunia

Setelah diusir dari syurga kerana kesombongan dan keangkuhannya, Iblis memohon kepada Allah untuk diberi tangguh hingga hari kiamat:

"Wahai Tuhanku! Berilah aku penangguhan sehingga hari mereka dibangkitkan." (Surah Al-Hijr: 36)

Allah mengabulkan permintaannya, tetapi dengan syarat:

"Sesungguhnya engkau termasuk dalam golongan yang diberi tangguh hingga waktu yang telah ditentukan." (Surah Al-Hijr: 37-38)

Iblis kemudian bersumpah untuk menyesatkan manusia kecuali mereka yang benar-benar ikhlas dalam keimanan:

"Aku pasti akan mendatangi mereka dari depan, belakang, kanan, dan kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (Surah Al-A’raf: 17)

Peranan Iblis Menjelang Kiamat

Pada hari kiamat, peranan Iblis sebagai penggoda manusia akan mencapai puncaknya. Dalam Surah Ibrahim, Allah menggambarkan bagaimana Iblis akan berbicara kepada para pengikutnya yang telah tersesat:

"Dan berkatalah syaitan ketika perkara (hisab) telah diselesaikan: 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kamu janji yang benar, dan aku (juga) telah menjanjikan kepada kamu, tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kamu melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi aku. Oleh sebab itu janganlah kamu mencela aku tetapi celalah diri kamu sendiri.'" (Surah Ibrahim: 22)

Ini menunjukkan bahawa pada hari kiamat, Iblis akan berlepas diri daripada tanggungjawab terhadap dosa-dosa manusia. Dia akan mengakui bahawa tiada paksaan yang dilakukannya; manusia tersesat kerana mengikuti rayuannya secara sukarela.

Hukuman Iblis di Akhirat

Nasib Iblis di akhirat telah dijelaskan dengan jelas dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Dia akan dihumban ke dalam neraka bersama-sama dengan semua pengikutnya:

"(Allah berfirman): 'Pergilah! Barang siapa di antara mereka yang mengikuti engkau, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup.'" (Surah Al-Isra: 63)

Neraka Jahannam akan menjadi tempat tinggal kekal bagi Iblis dan para syaitan yang mengikuti jejaknya. Dalam Surah Sad, Allah menegaskan:

"Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan engkau dan dengan orang-orang yang mengikuti engkau di antara mereka semuanya." (Surah Sad: 85)

Ayat ini menunjukkan keadilan Allah yang mutlak. Iblis dan semua pengikutnya akan dihukum setimpal dengan perbuatan mereka.

Kekalahan Total Iblis

Dalam hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahawa pada hari kiamat, Iblis dan syaitan-syaitan lainnya akan dihukum dengan azab yang sangat pedih. Mereka tidak akan mempunyai jalan keluar, dan kekuasaan mereka yang pernah mereka gunakan untuk menggoda manusia akan lenyap sepenuhnya. Iblis yang dahulu angkuh akhirnya akan tunduk di bawah keadilan Allah.

Menurut riwayat, ketika neraka Jahannam dihidupkan, ia akan menjadi tempat yang penuh dengan siksaan yang tidak terbayangkan. Iblis akan menyesali setiap tindakannya, tetapi penyesalan itu tidak lagi bermakna.

Pengajaran untuk Manusia

Kisah tentang nasib akhir Iblis mengandungi pengajaran yang sangat penting bagi manusia. Antara pengajarannya ialah:

  1. Kesombongan Membawa Kebinasaan
    Kesombongan Iblis kerana merasa lebih baik daripada Adam menjadi sebab utama kehinaannya. Manusia diajarkan untuk menghindari sifat sombong agar tidak mengalami nasib serupa.

  2. Berpegang Teguh pada Iman
    Allah telah berjanji bahawa orang-orang yang ikhlas dan beriman tidak akan terpengaruh dengan tipu daya Iblis. Oleh itu, keimanan dan keikhlasan adalah perisai terbaik bagi manusia.

  3. Keadilan Allah
    Allah tidak pernah berlaku zalim. Setiap makhluk akan menerima balasan sesuai dengan amal perbuatannya, baik atau buruk.

Kesimpulan

Nasib Iblis di hari kiamat adalah bukti keadilan dan kekuasaan Allah yang tidak terbatas. Iblis, makhluk yang pernah berada di tempat mulia, akhirnya dihukum dengan azab kekal kerana kesombongan dan tindakannya yang menyesatkan. Sebagai manusia, kita harus menjadikan kisah ini sebagai peringatan untuk tetap berada di jalan Allah, menjauhi godaan syaitan, dan menghindari sifat-sifat yang membawa kepada kehancuran. Semoga kita semua dilindungi oleh Allah dari tipu daya Iblis dan diberi kekuatan untuk tetap teguh di jalan yang benar. Aamiin.

Raja Namrud, Nyamuk, dan Iblis: Kisah Keangkuhan yang Terkalahkan oleh Kekuasaan Allah

Raja Namrud, Nyamuk, dan Iblis
Raja Namrud, Nyamuk, dan Iblis: Kisah Keangkuhan yang Ditundukkan oleh Kekuasaan Allah

Kisah Raja Namrud, seekor nyamuk, dan campur tangan iblis adalah sebuah cerita yang sarat dengan pelajaran tentang kesombongan, kekuasaan Allah, dan tipu daya syaitan. Raja Namrud adalah simbol manusia yang sombong, yang mengabaikan kebenaran, meskipun ia jelas di depan mata. Dalam kisah ini, nyamuk dan iblis menjadi instrumen untuk menyampaikan pengajaran bagi seluruh umat manusia.


Keangkuhan Raja Namrud

Raja Namrud bin Kan'an adalah seorang penguasa besar di Babilonia yang dikenal dengan kesombongannya. Kekayaan dan kekuasaannya menjadikannya lupa diri. Dia bahkan mengaku sebagai Tuhan dan menuntut rakyatnya untuk menyembahnya.

Kesombongannya semakin nyata ketika dia dengan sombong menolak ajakan Nabi Ibrahim a.s. untuk menyembah Allah. Dalam perdebatan yang diabadikan dalam Al-Quran, Nabi Ibrahim mengingatkan bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Kuasa, yang menerbitkan matahari dari timur. Namun, Namrud dengan angkuhnya berkata bahwa dia juga mampu memberikan hidup dan mati, tetapi dia terdiam ketika Nabi Ibrahim mencabar, "Jika engkau Tuhan, terbitkanlah matahari dari barat."


Peranan Iblis dalam Menyesatkan Raja Namrud

Menurut beberapa riwayat, Raja Namrud mendapatkan kekuasaannya melalui campur tangan iblis. Iblis membisikkan kepadanya tipu daya dunia, memperkuat kesombongannya, dan membujuknya untuk menentang Allah. Iblis juga mempengaruhinya untuk percaya bahwa dia adalah penguasa tertinggi yang tidak dapat ditandingi.

Namun, ketika Raja Namrud mulai mendapat peringatan dari Allah melalui Nabi Ibrahim, iblis perlahan-lahan meninggalkannya. Inilah sifat iblis: menyesatkan manusia hingga ke titik kehancuran, lalu lepas tangan ketika manusia tersebut menghadapi akibat dari kesalahannya.


Azab Melalui Nyamuk

Setelah berkali-kali diberi peringatan oleh Nabi Ibrahim dan menolak, Allah akhirnya menghukum Namrud dengan cara yang tidak terduga. Allah mengirimkan kawanan nyamuk sebagai azab.

Nyamuk-nyamuk itu menyerang seluruh pasukan Namrud, memakan daging mereka, dan menghancurkan tentera yang selama ini menjadi kebanggaannya. Tidak ada yang tersisa dari mereka kecuali tulang belulang.

Bagi Namrud, azabnya lebih menyakitkan. Seekor nyamuk kecil masuk ke dalam lubang hidungnya dan menuju ke otaknya. Nyamuk itu terus mengganggunya, menyebabkan rasa sakit luar biasa. Untuk meredakan sakit tersebut, Namrud terpaksa memukul kepalanya dengan benda keras, tetapi tidak ada yang dapat menyelamatkannya. Dia akhirnya mati dalam keadaan yang hina, dikalahkan oleh seekor makhluk kecil yang dia pandang remeh.


Pengajaran dari Kisah Raja Namrud, Nyamuk, dan Iblis

  1. Kesombongan Membawa Kehancuran
    Raja Namrud yang menganggap dirinya paling kuat akhirnya tewas oleh makhluk kecil seperti nyamuk. Ini menjadi bukti bahwa kesombongan hanya membawa kehancuran.

  2. Kekuasaan Allah Melampaui Segalanya
    Allah menunjukkan bahwa Dia tidak memerlukan tentera besar untuk menghancurkan musuh-Nya. Makhluk sekecil nyamuk pun dapat menjadi alat untuk menundukkan manusia yang sombong.

  3. Tipu Daya Iblis Membawa Kesengsaraan
    Iblis memainkan peran penting dalam menyesatkan Namrud, tetapi ketika azab datang, iblis meninggalkannya. Kisah ini menjadi peringatan bahawa iblis hanyalah penyesat yang akan lari ketika manusia berada dalam kesulitan.

  4. Kerendahan Hati Adalah Kunci Keselamatan
    Sebagai manusia, kita harus menyedari kelemahan dan keterbatasan kita. Bersikap rendah hati dan tunduk kepada Allah adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.


Kesimpulan

Kisah Raja Namrud, nyamuk, dan iblis adalah pelajaran abadi tentang pentingnya keimanan, kerendahan hati, dan kewaspadaan terhadap tipu daya syaitan. Ia mengingatkan kita bahawa kesombongan dan keangkuhan hanya akan membawa manusia kepada kehancuran.

Mari jadikan kisah ini sebagai renungan dan peringatan untuk kita semua. Kesombongan mungkin memberikan kenikmatan sementara, tetapi pada akhirnya, hanya kerendahan hati dan ketaatan kepada Allah yang membawa kebahagiaan sejati.

“Jangan pernah merasa lebih besar daripada apa pun, kerana bahkan makhluk kecil dapat mengalahkan kita jika Allah menghendaki.”

Kisah Iblis: Dari Keangkuhan kepada Laknat Abadi

kisah iblis

Kisah Iblis dalam Al-Quran adalah salah satu cerita yang penuh pengajaran dan peringatan. Ia menggambarkan perjalanan sebuah makhluk dari ketaatan kepada Allah kepada keangkuhan yang akhirnya menjadikannya makhluk terkutuk hingga Hari Kiamat. Dalam kisah ini, kita dapat melihat bagaimana sifat sombong dan ingkar membawa kepada kehancuran abadi.


Iblis: Makhluk daripada Golongan Jin

Iblis, walaupun berada bersama malaikat di syurga, bukanlah malaikat. Dia berasal daripada golongan jin, yang diciptakan Allah daripada api. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran:
"Dan Dia menciptakan jin daripada nyala api." (Surah Ar-Rahman: 15).

Berbeza dengan malaikat, jin mempunyai kehendak bebas untuk taat atau ingkar kepada Allah. Pada mulanya, Iblis adalah makhluk yang taat, hingga dia diberikan ujian besar semasa penciptaan Nabi Adam AS.


Penciptaan Nabi Adam dan Perintah untuk Sujud

Allah menciptakan Nabi Adam AS daripada tanah liat, kemudian meniupkan roh ke dalamnya dan menjadikannya makhluk hidup. Penciptaan Adam disertai dengan keistimewaan yang Allah berikan, iaitu akal, ilmu, dan kedudukan sebagai khalifah di muka bumi. Allah berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’" (Surah Al-Baqarah: 30).

Sebagai ujian dan penghormatan kepada ciptaan-Nya, Allah memerintahkan seluruh malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Adam. Sujud ini bukanlah bentuk penyembahan kepada Adam, tetapi simbol penghormatan kepada ciptaan Allah yang paling sempurna. Firman Allah:
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan ia termasuk golongan yang kafir." (Surah Al-Baqarah: 34).


Keangkuhan Iblis: Aku Lebih Baik Daripada Dia

Ketika semua malaikat mematuhi perintah Allah tanpa persoalan, Iblis menolak. Dia merasa dirinya lebih baik daripada Adam kerana diciptakan daripada api, sedangkan Adam diciptakan daripada tanah. Iblis berkata:
"Aku lebih baik daripadanya. Engkau menciptakan aku daripada api, sedangkan dia Engkau ciptakan daripada tanah." (Surah Al-A'raf: 12).

Pandangan Iblis ini menunjukkan keangkuhan dan rasa sombongnya. Dia mengukur keutamaan berdasarkan asal penciptaan, tanpa memahami hikmah di sebalik perintah Allah.


Pengusiran dan Laknat kepada Iblis

Allah segera melaknat Iblis dan mengusirnya dari syurga kerana keangkuhan dan kedegilannya. Firman Allah:
"Keluarlah kamu dari syurga, kerana sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu hingga Hari Pembalasan." (Surah Sad: 77-78).

Namun, sebelum keluar dari syurga, Iblis memohon kepada Allah untuk diberikan penangguhan hingga Hari Kiamat. Dia tidak meminta ampunan, sebaliknya berikrar untuk menyesatkan manusia:
"Berilah aku penangguhan waktu, sehingga hari mereka dibangkitkan." (Surah Al-A'raf: 14).

Allah mengabulkan permintaan itu tetapi menegaskan bahawa tipu daya Iblis tidak akan berhasil ke atas hamba-hamba-Nya yang ikhlas:
"Sesungguhnya engkau tidak akan berkuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali orang-orang yang mengikutimu daripada mereka yang sesat." (Surah Al-Hijr: 42).


Janji Iblis untuk Menyesatkan Manusia

Setelah diusir, Iblis bersumpah akan menggoda manusia dari pelbagai arah:
"Aku akan mendatangi mereka dari hadapan mereka, dari belakang mereka, dari kanan mereka, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (Surah Al-A'raf: 17).

Iblis menggunakan pelbagai cara untuk menyesatkan manusia, termasuk:

  1. Bisikan Hati: Membuat manusia ragu terhadap Allah dan ajaran-Nya.
  2. Hawa Nafsu: Mendorong manusia mengikuti keinginan duniawi yang berlebihan.
  3. Tipu Daya Dunia: Mengalihkan perhatian manusia kepada kekayaan, pangkat, dan kesenangan sementara.

Namun, dia mengakui kelemahannya di hadapan orang-orang yang ikhlas dan teguh beriman.


Pelajaran dari Kisah Iblis

Kisah ini memberikan beberapa pengajaran penting untuk manusia:

  1. Bahaya Kesombongan: Sifat sombong adalah sifat yang membawa kepada kehancuran.
    "Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, kerana sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembus bumi dan kamu tidak akan mampu menjulang setinggi gunung." (Surah Al-Isra: 37).

  2. Pentingnya Ketaatan kepada Allah: Perintah Allah mesti dipatuhi tanpa persoalan, kerana Dia lebih mengetahui segala hikmah di sebalik perintah itu.

  3. Keikhlasan sebagai Perisai: Hanya dengan keikhlasan, manusia dapat mengalahkan tipu daya Iblis.
    "Dan mereka yang berjihad untuk mencari keredaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (Surah Al-Ankabut: 69).

  4. Peranan Kehidupan Sebagai Ujian: Kehadiran Iblis adalah ujian untuk manusia agar mereka dapat membuktikan ketaatan kepada Allah.


Penutup: Perlawanan yang Berterusan

Iblis telah diberi masa hingga Hari Kiamat untuk menggoda manusia, tetapi Allah juga memberikan manusia kekuatan akal, iman, dan keikhlasan untuk melawannya. Kisah ini menjadi peringatan abadi kepada kita semua agar tidak terjerumus ke dalam perangkap kesombongan dan bisikan jahat.

Semoga kita sentiasa berada dalam lindungan Allah dan dijauhkan daripada tipu daya Iblis yang berjanji untuk menyesatkan manusia. Firman Allah:
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu, maka jadikanlah dia sebagai musuh." (Surah Fatir: 6).

Iblis dan Godaannya: Mengungkap Kisah Awal Kesesatan Manusia

Iblis dan Godaannya
Kisah Iblis yang Menyesatkan Anak Adam

Kisah Iblis yang menyesatkan Anak Adam adalah salah satu cerita penting dalam Al-Quran yang menggambarkan kebanggaan, kesombongan, dan niat jahat Iblis terhadap umat manusia. Kisah ini mengajarkan kita tentang asal-usul kesesatan manusia, godaan Iblis, dan akibat buruk dari melanggar perintah Allah.

1. Penciptaan Adam dan Penolakan Iblis

Cerita bermula dengan penciptaan Nabi Adam (AS) sebagai makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah. Allah memerintahkan seluruh malaikat dan jin untuk bersujud kepada Adam sebagai tanda penghormatan terhadap ciptaan-Nya. Semua malaikat tunduk, namun Iblis yang berasal dari golongan jin menolak untuk bersujud. Iblis merasa dirinya lebih baik daripada Adam, karena ia diciptakan dari api sementara Adam dari tanah.

Allah pun menegur Iblis atas kesombongan dan ketidaktaatannya:
"Apa yang menghalangimu untuk bersujud kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku sendiri? Apakah kamu merasa lebih tinggi? Jika demikian, maka engkau termasuk golongan yang sombong." (Quran, Surah Sad 38:75).
Iblis tidak hanya menolak untuk bersujud, tetapi juga mengungkapkan rasa angkuhnya, berkata:
"Aku lebih baik darinya. Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (Quran, Surah Al-Araf 7:12).
Akibat kesombongannya, Iblis dihukum dan diusir dari surga.

2. Iblis Menyatakan Perang terhadap Anak Adam

Setelah dikeluarkan dari surga, Iblis bersumpah untuk menyesatkan umat manusia. Ia berjanji akan menggoda dan mempengaruhi anak cucu Adam agar melawan perintah Allah. Iblis berkata:
"Karena Engkau telah menyesatkan aku, aku pasti akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus." (Quran, Surah Al-Araf 7:16).
Iblis berjanji untuk menggoda manusia sepanjang hidup mereka agar mereka jauh dari jalan yang benar dan terus menerus mengikuti hawa nafsu mereka.

3. Godaan Iblis terhadap Adam dan Hawa

Allah menempatkan Nabi Adam dan isterinya, Hawa (AS), di surga. Mereka hidup bahagia, namun Allah melarang mereka untuk mendekati atau memakan buah dari pohon tertentu di surga. Iblis yang telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan Hawa, memanfaatkan kelemahan mereka dengan menggoda mereka untuk makan dari pohon terlarang itu. Iblis berkata kepada mereka:
"Allah tidak melarang kalian berdua dari pohon ini, kecuali supaya kalian tidak menjadi malaikat atau hidup abadi." (Quran, Surah Al-Araf 7:20).
Iblis menipu mereka dengan memberikan janji-janji kosong tentang keabadian dan kesetaraan dengan malaikat, yang akhirnya membuat Adam dan Hawa terpedaya. Mereka memakan buah tersebut dan segera menyadari kesalahan mereka setelah melakukan pelanggaran tersebut.

4. Pengusiran dari Surga dan Penyesalan

Setelah memakan buah terlarang, Adam dan Hawa merasa malu dan menyesal. Mereka segera memohon ampun kepada Allah:
"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberikan rahmat kepada kami, niscaya kami akan termasuk orang-orang yang rugi." (Quran, Surah Al-Araf 7:23).
Allah pun mengampuni mereka, tetapi sebagai akibat dari pelanggaran tersebut, mereka diusir dari surga dan diturunkan ke bumi. Iblis, yang terus-menerus membenci manusia, tetap berusaha menggoda dan menyesatkan mereka sepanjang hidup.

5. Iblis Berusaha Menyesatkan Umat Manusia

Setelah diturunkan ke bumi, Iblis terus berusaha untuk menyesatkan keturunan Adam dan Hawa. Ia berusaha menggoda manusia dengan berbagai cara, seperti merayu mereka untuk mengikuti hawa nafsu, kebencian, kesombongan, dan ketamakan. Iblis berjanji akan membuat mereka lalai dalam menjalankan perintah Allah. Namun, Allah memberikan petunjuk-Nya melalui wahyu dan Nabi-Nya agar manusia bisa memilih jalan yang benar.

6. Pesan dari Kisah Iblis

Kisah ini mengajarkan umat manusia beberapa hal penting:

  • Kesombongan adalah jalan menuju kebinasaan: Iblis dihukum karena kesombongannya, menolak untuk bersujud kepada makhluk ciptaan Allah yang lebih rendah darinya.
  • Jangan terpedaya oleh godaan dunia: Iblis menggunakan tipu daya dan janji kosong untuk menggoda Adam dan Hawa, dan ia terus berusaha menggoda umat manusia untuk melanggar perintah Allah.
  • Pentingnya taubat dan pengampunan: Meskipun Adam dan Hawa melakukan kesalahan, mereka menyesal dan memohon ampun kepada Allah, dan Allah mengampuni mereka. Allah adalah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertaubat.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa Iblis tidak akan berhenti berusaha menyesatkan manusia, namun setiap individu memiliki kekuatan untuk memilih antara kebaikan dan keburukan dengan petunjuk yang diberikan Allah.

Nabi Idris AS Menikam Mata Iblis

Nabi Idris AS Menikam Mata Iblis


Sepanjang hidupnya, Nabi Idris as terkenal sangat takwa dan saleh. Hal ini tentu saja membuat setan dan iblis menjadi iri hati. Dikisahkan pada suatu hari Nabi Idris as sedang menjahit baju sambil duduk, sekonyong-konyong tanpa jelas arah datangnya, muncul seorang pria di depan pintu rumahnya dengan memegang telur di genggaman tangannya.

Pria itu adalah Iblis yang sedang menyamar untuk menggoda Nabi Idris a.s. Pria itu pun berkata:

“Ya Nabiyullah, sanggupkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini? Nabi Idris as dengan kepandaiannya sekilas sudah dapat mengetahui bahwa lelaki yang datang itu dan sedang berada di hadapannya adalah iblis laknatullah yang sedang menyamar.

Nabi Idris as berkata, “Kemarilah, dekatlah denganku dan tanyalah yang engkau ingin tanyakan.” Iblis menduga bahwa ia telah mampu menyamar dengan baik dan menipu Nabi Idris a.s. Kemudian iblispun mendekati Nabi Idris a.s dengan perasan senang karena menyangka penyamarannya tidak diketahui oleh Nabi Idris a.s.

Iblis berkata,“Bisakah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?” tanya iblis. Nabi Idris a.s pun menjawab dengan penuh keyakinan, “Jangankan memasukkan dunia ke dalam telur sebesar ini, memasukkannya ke dalam lubang jarumku ini pun Tuhanku berkuasa melakukannya”, jawab Nabi Idris as.

Dengan secepat kilat Nabi Idris as langsung menusukkan jarumnya ke mata iblis tersebut dan mengenai matanya. Iblis pun seketika menjerit kesakitan dan sangat terkejut. Tidak menyangka bahwa Nabi Idris a.s ternyata mengetahui penyamaran dan tipu dayanya. Mata iblispun menjadi buta dan seketika langsung lari tunggang langgang hingga menghilang dari pandangan Nabi idris a.s.

Kredit/Sumber: pondokislami.com

Cara-cara Rawatan Nabi SAW Untuk Memulihkan Daripada Gangguan Jin dan Syaitan


Cara-cara Rawatan Nabi SAW Untuk Memulihkan Daripada Gangguan Jin dan Syaitan


Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat. 


Sahabat yang dirahmati Allah,

Rasulullah SAW bersabda maksudnya : "Wahai Aisyah! Syaitanmu telah membuatmu berasa demikian", tanya Aisyah, "bersamaku ada syaitan?" Jawab baginda SAW, "Ya". Tanya Aisyah, "Adakah bersama semua manusia ada syaitan pendamping (qarin)?", jawab baginda SAW, "Ya". Tanya Aisyah lagi, "Engkau juga ya Rasulullah?", jawab Rasulullah SAW. "Ya, tetapi dengan izin Allah aku terpelihara dari kejahatannya".(Hadis Riwayat Bukhari)

Qarin, atau syaitan pendamping inilah yang berhubungan dengan bomoh, iaitu qarinnya berhubung dengan qarin si pesakit, dari situlah bomoh mengetahui hal-hal yang telah terjadi kepada pesakit. Maka dengan ini, tahulah kita bahawa tipu daya syaitan itu sebenarnya lemah.

Selain daripada qarin (jin pendampin), satu lagi bentuk gangguan keatas manusia adalah jin kafir yang bernama 'saka'.

'Saka' adalah jin yang berada dalam tubuh manusia yang sudah sekian lama hingga menjadi sebati dengan manusia itu. Ini berlaku sama ada seseorang itu tahu atau tidak, kerana ia datang dari keturunannya. Kemungkinan ilmu ini telah dipelajari oleh nenek- moyangnya dahulu. Boleh jadi Jin itu sendiri yang memilih untuk mendampingi keturunannya yang dia kehendaki tersebut ditinggalkan oleh nenek moyang pembawa saka apabila mereka telah meninggal dunia. Semasa mereka hidup, mereka telah berkawan dan membela jin-jin tersebut yang dikenali dengan pelbagai nama. Jin yang dijadikan khadam oleh nenek moyang inilah akhirnya menjadi saka yang diperturunkan dari ayah kepada anak dan kepada cucu oleh pembela-pembela jin-jin tersebut.

Kebiasannya seseorang yang ada mendapat gangguan daripada jin saka adalah selalu mendapat gangguan di malam hari dan mengalami mimpi-mimpi ngeri :

1. Susah tidur malam atau tidak boleh tidur malam.

2. Sering terjaga pada waktu malam jam 2 malam atau 3 dan malamselepas itu sukar untuk tidur.

3. Mimpi melihat binatang-binatang seperti kucing, anjing, ular, serigala,dan sebagainya.

4. Bunyi gigi berlaga ketika tidur.

5. Mimpi di Kawasan Kotor atau Perkuburan.

6. Mimpi Jatuh tempat tinggi.

7. Mimpi Berjumpa atau melihat Makhluk halus.

8. Mimpi Budak Kecil (Menyusukan bayi bagi wanita).

9. Mimpi di ancam benda tajam seperti pisau,paku dan sebagainya.

Ketika berjaga sering mendapat gangguan seperti :

1. Selalu pening kepala (perubatan moden tidak dapat kesan).

2. Hilang ingatan atau cepat lupa dan mungkin menjadi gila.

3. Sering lesu dan malas bekerja.

4. Sentiasa sakit di tulang belakang.

5. Lenguh-lenguh sendi.

6. Terasa sesuatu berjalan didalam badan.

7. Mudah marah dan panas baran.

8. Cepat mengantuk (terutama mendengar ayat-ayat al-Quran dan tazkirah)

9. Lemah semangat untuk meneruskan kehidupan

10. Bila memejamkan mata, bulu mata berkedip-kedip.

Sahabat yang dimuliakan,

Cara yang berkesan untuk melawan gangguan jin-jin kafir atau syaitan adalah dengan kita kuatkan semangat ,berfikiran positif semasa berubat dan yakin janji-janji Allah SWT bahawa syaitan adalah makhluk yang lemah.. Lidah sentiasa berzikir dan berdoa meminta perlindungan Allah SWT daripada gangguan syaitan yang terkutuk.

Antara kesan-kesan daripada gangguan iblis dan syaitan adalah: 

1) Rasa tidak tenang hati, selalu rasa serba tidak kena. 

2) Rasa takut yang tidak diketahui puncanya. 

3) Terlalu sukar untuk bangun solat. 

4) Jikalau sudah bersuami isteri, terasa tidak senang apabila bersama.

5) Selalu rasa cenderung kepada marah, walaupun tiada apa untuk dimarahkan.

Jikalau terdapat wujudnya tanda-tanda ini, maka ada kemungkinannya gangguan telah bermula.

Terdapat beberapa kaedah perubatan Rasulullah SAW yang dijalankan :

Di antara cara Nabi SAW bagi mengubati gangguan jin dan syaitan adalah seperti berikut :-

1) Membaca surah Al-Baqarah ke telinga si pesakit. Baringkan si pesakit dan bacakan surah Al-Baqarah di telinganya, kerana syaitan sangat takut kepada surah Al-Baqarah. 

Sabda Nabi SAW di dalam musnad Ahmad Hanbal yang bermaksud, "Janganlah jadikan rumah kamu sunyi seperti kuburan. Rumah yang dibacakan surah Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan".

2) Membacakan surah Al-Falaq dan An-Naas, dan menyuruh pesakit mengamalkannya, seperti mana kita lihat di dalam hadis di atas.

3) Membaca "a'uzu bikalimaatillah at-taammah, min syarrima khalaq", iaitu "Aku berlindung dengan kalam Allah, daripada kejahatan yang Dia ciptakan". 

Ini merupakan amalan yang diajarkan kepada Rasulullah SAW kepada para sahabat.

Juga dari amalan sunnah banyak membaca "A'uzubillahi minas syaitaanir rajiim".

4) Membacakan Ayat Kursi sebelum tidur. Kata syaitan sendiri kepada Abu Hurairah ra, "Sesiapa yang membacakan Ayat Kursi setiap kali sebelum tidur, maka dia tidak akan dihampiri syaitan hingga ke pagi", dan amalan ini disahihkan oleh Rasulullah SAW.

5) Membacakan jampi Jibrail as ke atas pesakit, iaitu "Bismillahi arkiq, min kulli syai'in yukziq, wa min kulli sharrin haasid, Allahu yushfiq, bismillahi arkiq",

Bermaksud, "Dengan nama Allah aku jampikan engkau, dari segala apa yang mengganggu dirimu, dan dari segala kejahatan orang yang dengki, Allah lah yang menyembuhkan kamu, dengan nama Allah aku jampikan engkau".

Jampi ini dibacakan Jibrail as ketika Nabi terkena sihir, dan Rasulullah SAW sembuh setelah sekali bacaan. Jampi ini juga boleh dibacakan ke atas air, dan diberikan kepada pesakit untuk mandi dan minum.

6) Menggunakan daun bidara untuk dijadikan air mandi kepada pesakit, atau diberikan kepada pesakit untuk di hidu. Kaedah ini dipelopori oleh Ibnu Taimiyah. Ini kerana beliau mendapati jin amat alah kepada bau daun bidara. Kaedahnya, ikatkan sedikit daun bidara kepada batu-batu kecil, dan rendamkan di dalam botol berisi air. Ambil sedikit air dari botol dan dicampurkan di dalam air mandian, paling kurang selama seminggu.

7) Mencari punca sihir, sepertimana di dalam hadis, dan menghapuskannya. Ini merupakan kaedah yang paling berkesan di dalam mengubati sihir.

8) Adapun cara yang terakhir tetapi juga terpenting, adalah si pesakit menyemak semula amalan dan disiplin dirinya menurut Islam. Jikalau ada di dalam hati perasaan hasad, dengki, enggan menutup aurat dan sebagainya, maka perbaikilah segera. Ini kerana syaitan, menurut Imam Ahmad Hanbal adalah seperti anjing yang kelaparan. Jika di tangan kita ada tulang dan daging, berapa kali kita halaupun anjing itu, ia akan datang kembali, kerana kegemarannya ada pada kita. 

Begitu juga syaitan, syirik, hasad dengki dan sebagainya, adalah kegemaran syaitan, maka betapa baik si pengubat atau kaedah yang digunakan, jikalau si pesakit sendiri enggan berubah, maka tidak hairan jikalau gangguan datang semula.

Sahabat yang dikasihi,

Marilah sama-sama kita beramal dengan sunah Nabi SAW ketika kita menjalankan rawatan untuk mengubati daripada gangguan jin kafir dan syiatan.

Sesungguhnya tiada nasihat yang lebih baik dari perkataan Rasulullah SAW, dan tiada sunah yang lebih baik dari sunah Rasulullah SAW. dengan bantuan Al-Quran dan sunah yang sahih, in shaa Allah segala gangguan dapat kita hindari.

Wallahualam.

Kredit/Sumber: Facebook Ustaz Makmum Sundari

Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut


Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut

Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat iaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan. Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut."


Rombongan 1

Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.

Rombongan 2

Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.

Rombongan 3

Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.

Rombongan 4

Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya

Rombongan 5

Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu “Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga." Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.

Rombongan 6

Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: “Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu." Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?" Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu." Berkata ulamak Iblis: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi.

Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami." Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: “Bagaimanakah Zat Allah?" Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena. Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu." Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.

Rombongan 7

Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat. Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut. Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah."

Kredit/Sumber: jaipk.perak.gov.my

Cara Elak Gangguan Ummu Sibyan

Cara Elak Gangguan Ummu Sibyan
Gambar Hiasan

Bukan tetamu, tapi inilah wanita yang suka datang ke rumah kita pada waktu Maghrib. Memang siapa yang hendak bertamu ke rumah orang pada waktu maghrib? Maghrib adalah saat dimana matahari sudah tenggelam namun masih muncul dengan sinar yang terkadang berwarna jingga atau merah menyala, pada waktu itulah, seluruh umat Islam diperingatkan untuk segera menutup pintu dan jendela sambil mengucapkan bismillah agar wanita ini tidak datang ke rumah kita.

Siapakah wanita itu, apa yang dia lakukan di dalam rumah kita? Ketahui bahawa dia bukanlah wanita baik, namun mampu membahayakan anak dan wanita yang sedang hamil. Mungkin ada yang pernah dengar nama (Ummu Sibyan) atau pun tidak sebelum ini , (Ummu Sibyan) ini adalah jin dari kaum perempuan yang suka mengganggu bayi dan anak yang berusia kurang dari 2 tahun serta wanita hamil , sebab itulah anak-anak yang baru lahir harus diazankan terlebih dahulu agar bayi itu tidak di ikuti oleh jin ini .

Apa Kerja Jin Ummu Sibyan ?

Kerja dia tak lain tak bukan adalah mengganggu bayi yang baru lahir dan anak-anak (biasanya kurang dari 2 tahun) serta wanita yang hamil, jin Ummu Sibyan memiliki wajah yang mengerikan dengan mata 1 yang besar dan berjalan di dinding seperti cicak, Ummu Sibyan juga dapat mengikat rahim wanita serta membunuh bayi yang masih dalam kandungan. Seperti yang di ceritakan dalam kisah jin Ummu Sibyan dengan Nabi Sulaiman, jin ini mampu masuk ke dalam rahim orang perempuan dan mengikat rahimnya serta menyumbat dengan tujuan agar kaum wanita itu tidak mengandung .

Diceritakan juga jin ini masuk ke dalam perut orang perempuan yang hamil , di waktu janin di dalam kandungannya sedang tumbuh jin ini akan menendangnya , maka berlakulah keguguran dan jadilah rahimnya kosong semua. Sungguh mengerikan bukan? Bagaimana tandanya jika seorang bayi terkena gangguan jin Ummu Sibyan, diantaranya adalah;

1. Bayi menangis melalak (matanya terbeliak memandang keatas/sudut tertentu)
2. Anak-anak jatuh seakan-akan didorong
3. Mengigau sambil menggemerutukkan gigi berulang kali
4. Demam panas hanya setelah Asar sampai sebelum Subuh . 

Akibat gangguan di atas akan mengakibatkan hal seperti ini ; 

1. Sawan tangis 
2. Autisme (over hiperaktif) 
3. Nakal dan keras kepala 
4. Malas 

Tanda-tanda Wanita Hamil Terkena Gangguan Jin Ummu Sibyan ; 

1) Rasa sesak dada terutama setelah waktu asar , yang mungkin berlangsung sampai tengah malam 
2) Kusut fikiran 
3) Sakit di bahagian tulang-tulang belakang 
4) Mengigau ketika tidur 
5) Bermimpi dengan mimpi yang menakutkan 

Cara Mengelak dari Gangguan Ummu Sibyan; 

1) Tutup pintu dan jendela rumah waktu Maghrib 
2) Jangan angkat atau masukkan baju yang sudah dijemur diluar rumah pada waktu Maghrib (jemuran tak kering) 

Cara mengatasi gangguan pada bayi/anak; 

1) Meniarapkan bayi/anak jangan matanya melihat ke arah itu, baca ayat Qursi dan Surah 3 Qul kemudian tiup ke ubun-ubunnya sampai berhenti menangis 2) Halau dengan bahasa sendiri seperti “wahai Ummu Sibyan pergilah kau keluar dari rumahku dan jangan ganggu anak anakku” 

InsyaAllah dengan izin Allah, 

Ummu Sibyan akan pergi …

Wallahualam..

Iblis Buka Rahsianya Pada Rasullullah SAW (Siri 4 - Akhir)


Iblis Buka Rahsianya Pada Rasullullah SAW (Siri 4 - Akhir)


raja iblis : "Jika seseorang hendak berjimak dengan isterinya, (dan) jika dia membaca : A uu dzubillaaHiminassyaitaanirrajiim, AllaHumma jannibnaa minassyaitaani wajannibissyaitaan maa razaqtanaa maka larilah hamba daripadanya. Maka jika dia tidak membacakan doa tersebut, (maka) hambalah yang terlebih dahulu berjimak dengan isterinya dan jika menjadi anak (hasil pergaulannya), maka anak itu menggemari pekerjaan maksiat serta malas berbuat (baik) atas jalan kebajikan dengan sebab kelalaian ibubapanya. Demikian juga jika mereka makan atau minum dengan tidak membaca BismillaahirRahmaaniRahiim maka, hambalah yang terlebih dahulu makan dan minum sebelum mereka, maka walaupun mereka makan, tetapi mereka tidak kenyang. 

RASULULLAH S.A.W: "Dengan jalan manakah yang dapat menolak tipudayamu? 

raja iblis : "Jika seseorang berbuat dosa, maka ia segera sedar dan bertaubat kepada Allah SWT dan menangis serta menyesal di atas perbuatannya serta apabila dia marah, dengan segera dia berwudhuk, nescaya padamlah kemarahannya. Barangsiapa yang membaca doa ini setiap kali solat Jumaat sebanyak 5 kali, maka dosanya akan diampunkan Tuhan kerana dia telah bertaubat. Inilah doanya : Ilaahii lasta lil firdausi ahlan, walaa aq waa a laa naaril jahiim, fahablii taubatan waghfir dzunuubii, fainnaka ghaafirudzzanbil aziim 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang benar-benar menjadi kegemaranmu? 

raja iblis : "Apabila lelaki dan perempuan tidak mencukur atau mencabut atau menggunting bulu di ari-arinya selama 40 hari, maka hamba akan tinggal mengecilkan diri seperti pepijat bersarang di situ, begitu juga, (menjadi) tempat hamba bergantung dan berbuai pada bulu ketiak orang yang tidak mencukurnya atau mencabutnya 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah saudaramu? 

raja iblis : "Orang yang tidur meniarap atau tidur (nyenyak) di waktu subuh, maka dia masih tidur dan tidak segera solat subuh, maka hamba akan mengulitnya sehingga dia lena sehingga terbit matahari dan begitu juga pada waktu zohor, asar dan maghrib, hamba (akan) beratkan hatinya (sehingga) menjadi malas mengerjakan solat. (Apabila hendak tidur, bacalah BismillaahirRahmaanirRahiim sebanyak 21 X) 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Dengan jalan manakah yang boleh membinasakanmu? 

raja iblis : "Orang yang banyak menyebut nama Allah dan banyak memberikan sedekah dengan tidak diketahui orang, memperbanyakkan taubat, memperbanyakkan tadarrus Al-Qur an serta solat di waktu malam. 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah pula yang memecahkan penglihatan engkau? 

raja iblis : "Orang yang banyak beriktikaf di masjid kerana Allah (lafaz niat iktikaf Nawaitul I tikaaf fii Haa dzal masjidi sunnatan lilLaahiTa aala ) 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah lagi yang memecahkan penglihatan engkau? 

raja iblis : "Orang yang taat kepada (kedua) ibubapanya serta membantu (menjaga) makan dan minum serta pakaian mereka kerana Tuan Hamba telah bersabda Bermula syurga itu adalah di bawah (tapak) kaki ibubapa 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apa pula yang merantai engkau? 

raja iblis : "Penjual (peniaga) yang betul timbangan (dan) sukatannya, ukuran dan tukarannya. 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku memberi salam antara satu dengan yang lain, bagaimanakah keadaanmu? 

raja iblis : "Apabila dua orang (muslim) bertemu di tengah jalan, lantas memberikan salam (Assalaamu alaikum waroh matulLaaHiwabaa rakaatuh) dan dijawab oleh saudaranya, maka terasa seperti pecah dada hamba, maka hamba pun meratap kerana kedua-duanya telah diampunkan- dia dan saudaranya - apabila berpisah keduanya 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula sahabat karibmu? 

raja iblis : "Orang yang minum arak atau tuak (samsu) atau (ketagih) candu atau ganja (termasuk penyalahgunaan dadah) kerana kemerbahayaannya telah nyata menyebabkan perpecahan, perkelahian dan perceraian 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah pula yang bersekutu dan sekedudukan dengan engkau? 

raja iblis : "Apabila bertemu lelaki dengan perempuan-perempuan muda, maka hamba duduk pada leher perempuan-perempuan muda itu, hamba hiaskan wajahnya (perempuan) dengan jelingan dan senyuman yang menarik hati serta apabila terpandang belakang (perempuan), maka terpandanglah lehernya (perempuan) yang halus dengan pinggang dan punggungnya melenggang yang membangkitkan nafsunya (lelaki) serta manakala terpandang hadapannya (perempuan), hamba hiaskan dadanya (perempuan) supaya bergetaran serta hamba panah tepat pada jantung hati keduanya (lelaki dan perempuan) atau salah satu daripadanya sehingga tergerak syahwatnya. Orang yang tiada memelihara hatinya, nescaya tidak terpelihara farajnya dan apabila tidak memelihara farajnya, maka tidak terpeliharalah imannya. 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah kediamanmu? 

raja iblis : "(hamba tinggal) Pada rumah berhala dan pada mana-mana batu, kayu, tembaga dan sebagainya (bahan pujaan) Apabila mereka menyembah (berhala, batu, kayu, tembaga dan sebagainya), maka hamba cenderungkan hati mereka supaya bertambah-tambah keyakinannya terhadap pekerjaan mereka (menyembah berhala) yang syirik itu. Betapa ramainya umat Tuan Hamba telah hamba pesongkan sehingga memasuki rumah berhala Majusi dan Hindu yang menunjukkan betapa nipisnya iman mereka. 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Di manakah tempat perhimpunanmu? 

raja iblis : "Pada rumah wayang dan tempat majlis tarian dan seumpamanya seperti tempat percampuran lelaki dan perempuan (secara bebas) 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Aku lihat engkau mengintai-ngintai di dalam masjid, apakah yang hendak engkau lakukan? 

raja iblis : "Hamba hendak mengganggu orang yang sedang bersolat di situ. 

RASULULLAH S.A.W: "Kenapa engkau tidak takutkan orang yang sedang bersolat dan bermunajat dengan Tuhannya? Sebaliknya engkau takut pula dengan orang yang sedang tidur di sebelahnya padahal orang (yang sedang tidur) itu (mungkin) dalam keadaan lalai 

raja iblis : "Adapun orang yang sedang bersolat itu amat jahil sekali, (maka) mudahlah untuk hamba merosakkan (melalaikan) solatnya, tetapi orang yang sedang tidur itu (sebenarnya) alim. Maka apabila hamba menggoda dan cuba merosakkan solatnya, hamba takut kalau-kalau orang alim itu bangun dari tidurnya lalu menegur serta memperbetulkan solat si jahil itu 

(Sabda Rasulullah S.A.W. Na umul aliimi khairun min ibaadatil jahiil yang bermaksud Tidur orang yang alim lebih baik daripada ibadat orang yang jahil seperti 1000 orang beribadat dengan tidak berilmu agama, sangat senanglah syaitan mengganggunya, tetapi seorang pelajar ilmu feqah itu, sangat susah bagi syaitan hendak menggodanya) 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah kata-kata pujian bagimu? 

raja iblis : "Suara orang yang bernyanyi dan berpantun-seloka serta suara bunyi-bunyian kecuali orang yang bernyanyi, berpantun, bernazam memuji Tuhan, bernasyid serta berselawat di atas Nabi 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang sekaum denganmu? 

raja iblis : "Orang yang menipu harta orang dan memakan harta anak yatim serta memakan riba 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sebab apakah engkau gelapkan hati manusia? 

raja iblis : "Mereka yang makan dan minum dengan (punca) mata pencarian yang haram kerana mereka buta dalam mencari harta yang halal serta mereka banyak tidur sehingga matahari tinggi dan meninggalkan solat subuh serta memenuhi perutnya dengan kenyang sekali 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menggembirakan hati engkau? 

raja iblis : "Orang kaya yang bakhil dan orang yang tidak mengeluarkan zakat untuk hamba Allah yang dhaif, malah zakatnya dihantar kepada orang lain padahal kaumnya miskin, kerana orang yang bakhil itu seteru Allah SWT serta orang yang tidak mengeluarkan zakat itu akan masuk ke dalam neraka yang paling bawah bersama-sama dengan hamba. 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyuburkan badan engkau? 

raja iblis : "Orang yang berhasad dengki dan orang yang tidak mempelajari hukum Islam serta semua perempuan yang jahat dan perempuan yang merosakkan dirinya serta perempuan yang menjual maruahnya 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika seorang ulama meninggal dunia, bagaimanakah keadaanmu? 

raja iblis : "Telah subur dan bertunaslah hasutan hamba dan pekerjaan hamba. 

(Sabda Rasullullah S.A.W. - yang bermaksud Barangsiapa yang berdukacita di atas kematian seorang ulama , maka dituliskan Allah SWT pahala baginya seribu ulama dan seribu syuhada , Sabda Rasulullah SAW lagi yang bermaksud Akan datang atas umatku yang melarikan diri dari ulama atau mereka yang membenci golongan yang mengajar agama, maka diberikan Allah SWT 3 jenis bala ke atas mereka (yang membenci atau melarikan diri dari ulama dan seumpamanya) (1) Dihilangkan keberkatan dalam pencariannya (rezki), (2) Didatangkan Allah SWT ke atas mereka seorang ketua yang zalim atau raja yang zalim, dan (3) dikeluarkan (dimatikan) mereka daripada dunia dengan tidak beriman Na uu dzubillaaHimin dzaalik kita berlindung dengan nama Allah SWT ) 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat jemaah, bagaimanakah keadaanmu? 

raja iblis : "Sesungguhnya segala simpulan (tali pengikat) tipudaya hamba telah mereka leraikan (Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa solat 5 waktu, maka dia akan mendapat 5 perkara (1) Tidak akan terkena pada dirinya kefakiran (kemiskinan), (2) Diangkatkan darinya siksa kubur oleh Allah S.W.T., (3) Dianugerahi orang itu dengan kitab tulisannya (perbuatan di dunia) pada sebelah kanan (pihak yang selamat), (4) Melalui titian (Siraatal Mustaqiim) di atas neraka sepantas kilat, (5) Dimasukkannya Allah SWT ke dalam syurga tanpa sebarang hisab dan tanpa sebarang siksaan. 

Sabda Rasulullah S.A.W. lagi yang bermaksud Solat lelaki berjemaah lebih baik daripada solat 40 tahun di rumahnya seorang diri dan solat berjemaah itu mendapat 27 darjat - serta solat berjemaah di rumahnya bersama anak (anak) dan isterinya akan mendapat pahala haji dan umrah ) 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berselawat ke atas ku, bagaimanakah keadaanmu? 

raja iblis : "Mereka telah membelah muka hamba disebabkan ingatan kuat terhadap Tuan Hamba (Maka sabda Rasulullah S.A.W. yang bermaksud Barangsiapa berselawat ke atasku, maka para Mailaikat akan memohon diampunkan (segala dosanya) dia dan dia adalah sebahagian daripada isi syurga 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku bersolat Hari Raya di masjid, bagaimanakah keadaanmu? Kerana Tuhanku yang Maha Besar telah berfirman - Hai sekelian Malaikat! Saksikanlah olehmu bahawa sesungguhnya telah Aku ampunkan sekelian dosa umat Muhammad, lelaki dan wanita/perempuan, Maka apabila telah selesai dari solat dan khutbah dibacakan, maka Firman Allah SWT Hai umat Muhammad! Pulanglah kamu ke rumah masing-masing, sesungguhnya Aku telah mengampunkan dosa kamu yang terdahulu dan yang kemudian dan Aku telah gantikan dosamu itu dengan kebajikan! 

raja iblis : "Ya Rasulullah! Apabila umat Tuan Hamba pergi (untuk) bersolat Hari Raya, maka hamba sangat berdukacita dan kesal. Maka hamba pun menjerit sehingga datang sekelian bala tentera hamba dan (mereka) bertanya Hai raja kami! Siapakah yang engkau marah? Adakah ianya (puncanya) dari langit atau dari bumi? Perintahkanlah kami sekelian pergi membinasakan barang di langit dan di bumi. Maka hamba menjawab Hai bala tenteraku! Apa yang menyebabkan aku berdukacita ialah kerana Allah SWT telah mengampuni umat Muhammad pada Hari Raya ini. Wahai sekelian bala tenteraku! Tidakkah kamu mengetahui bahawa Allah SWT telah memberkati puasa umat Muhammad? Dan Tuhan amat mengasihi dan mengasihani mereka dengan penuh rahmat serta diperkenankan segala doa mereka dan diampunkan segala kesalahan mereka? Wahai tenteraku! Hendaklah kamu goda mereka itu supaya malas beramal ibadat dan resah dengan berjalan ke sana dan kemari serta asyik berjudi serta bersukaria memuaskan nafsu dengan mengerjakan maksiat supaya datang kemurkaan Tuhan ke atas mereka itu dan ditimpakan bala ke atas mereka kerana dengan demikian, akan membawa kesenangan di dalam hatiku. Maka berangkatlah sekelian bala tentera iblis syaitan untuk mengganggu umat Muhammad 

RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca doa akhir tahun (Hijrah), bagaimanakah keadaanmu? 

raja iblis : "Telah bersusah payah hamba menggoda mereka sepanjang tahun, tiba-tiba mereka membaca doa (yang hanya) mengambil masa yang sedikit, maka lemahlah hamba lalu hamba menyapu dengan tanah (dan berkata), aduhai, celaka betapa malang dan celaka diriku dengan kerugian, maka hamba pun berpaling (dan) pergi (Doa Hujung Tahun AllaaHomma maa amiltu min amalin fii HaaziHissanati mimmaa nahaitanii anHu, walam tar Dhahu walam tan sahu, wahamilta alaiyya ba da qud rotika alaa, uquubatii, wada autanii ilattaubati ba da jur aatii alaa ma Siatika, fainnii astaghfiruka faghfirlii waHablii min amalin tarDhahu, wa wa datanii alaihitsawwaab ) 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku membaca doa awal tahun, bagaimanakah keadaanmu? 

raja iblis : "Ya NabiyUllah! Putuslah harapan hamba, kerana barangsiapa membaca doa awal tahun, (maka) Tuhan memerintahkan dua Malaikat supaya membakar buku kesalahan hambanya dan dituliskan kebajikan di dalam (buku kebajikan) disebabkan orang yang membaca doa ini . (Doa Awal Tahun AllaaHomma antal abdiyyulQadiim,waHaaziHi sanatu jadiidatun, as aluka fiihal iSmata minassyaiTooni wa au liyaa ihi. Wal au na alaa Haa dzihiinnafsil ammaarati bissuu wal ish ti ghaala bisaa yuQorribunii ilaika yaa Kariim ) 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Siapakah yang menyokong engkau? 

raja iblis : "Orang yang tidak bertaubat atas dosanya dan suka ketawa ketika berbuat dosa berkenaan. Ya NabiyyUllaah! Telah hamba binasakan ramai manusia dengan (menggoda mereka) mengerjakan dosa daripada berbagai-bagai (jenis) maksiat, maka hamba gembira. Tiba-tiba, mereka mengucapkan kalimah-kalimah Laa ilaa Ha illAllaah dan istighfar, maka binasalah hamba, kerana pada masa hamba dibuang ke dunia (dulu), hamba mengembara sambil bersiul-siul dan orang yang bersiul itu adalah penghibur iblis syaitan, tetapi orang yang azan itu adalah penghalau iblis syaitan, kerana para Malaikat akan hadir bersolat bersama-sama dengan mereka . 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Sekarang apalah kesudahan ikhtiar engkau di atas umatku, kerana aku telah dibangkitkan oleh Tuhan ke dunia ini bagi menyelamatkan sekelian bani Adam daripada kufur kepada iman, daripada gelap gelita kepada terang benderang?! 

Maka iblis pun mengangkat kepalanya ke hadhirat Tuhan dan berkata Yaa Rabbi! Demi kemuliaan Engkau, sentiasalah hamba akan berusaha dengan bersungguh-sungguh pada menarik sekelian anak Adam kepada berbagai-bagai jalan maksiat selama ada nyawa di tubuh mereka, hamba jadikan pemuda dan wanita bercampur dan berkenalan, supaya hamba dapat mencelah di dalamnya. (Maka) Datanglah Firman Allah SWT : Hai mala un, Demi Kebesaran dan KetinggianKu, bahawa Aku sentiasa bersedia untuk mengampuni dosa umat Muhammad selagi mereka itu memohon ampun kepadaKu 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apa lagi yang engkau musykilkan? 

raja iblis : "Ya Rasulullah! Bahawasanya hamba sangat ajaib (hairan) melihat dua macam hal sekelian hamba Allah SWT iaitu (1) Mereka itu mengaku kasihkan Tuhan, walhal mereka itu taatkan hamba dan berbuat maksiat, (2) Mereka itu sangat marah kepada hamba, tetapi mereka menurut hasutan hamba. 

(Maka) Datanglah Firman Allah SWT: Hai mala un! Demi Kemuliaan dan KebesaranKu, Aku anugerahi umat Muhammad (dengan) 2 kebahagiaan : (1) Kasih mereka kepadaKu dijadikan kifarah (penebus dosa) bagi maksiat mereka kerana tipudayamu, dan (2) Kemarahan mereka kepadamu Aku jadikan kifarah (penebus dosa) perbuatan maksiat mereka kepadaKu Maka iblis tercengang-cengang mendengar umat Muhammad yang sangat dikasihi Tuhan GhafuururRahiim yang Maha Mengampuni lagi Maha Mengasihani hambanya dengan limpah rahmatNya. 

Setelah selesai baginda Rasulullah S.A.W. berdialog dengan raja Iblis, maka baginda menghalau iblis dengan sabdanya : Wahai laknatullah! Nyahlah engkau dari hadapanku ini maka iblis pun keluar dengan perasaan yang amat dukacita. Maka hairanlah para sahabat yang hadir dalam majlis berkenaan mendengar tipudaya iblis yang menyelubungi seluruh umat manusia. 

Sabda Nabi S.A.W.: Hai para sahabatku! Ketahuilah olehmu bahawa iblis telah membuat kesalahan atas beberapa sebab : (1) ia engkar dan membantah perintah Tuhan, (2) ia takbur dan besar diri (3) ia berhasad dengki dengan Nabi Adam a.s. (4) Ia menghasut dan mengkhianati (manusia) (dari) seorang kepada seorang (yang lain) seperti yang telah ia ajarkan kepada Qabil dengan tipudayanya sehingga berani Qabil melakukan pembunuhan ke atas saudaranya Habil yang disayangi oleh Nabi Allah Adam a.s. 

Sabda Nabi S.A.W.: Bahawa pada suatu hari, Iblis mengadap Nabi Musa bin Imran a.s. dan berkata : Yaa NabiyuLLaah! Apabila Tuan Hamba bermunajat kepada Allah S.W.T di Bukit Tursina, hamba hendak bertaubat kepada Allah SWT, adakah (taubat) hamba diterimanya? Maka sukacitalah Nabi Musa a.s. mendengarkan iblis yang hendak bertaubat itu lalu baginda menyanggupi permintaan iblis. Setelah tiba di Bukit Tursina, maka berdoalah baginda kepada Allah SWT memohon petunjuk. Maka datanglah Firman Allah S.W.T. : Wahai Musa, kesalahan iblis boleh Ku ampunkan dengan syarat hendaklah ia (iblis) bersujud pada kubur Nabi Adam Maka Nabi Musa a.s. pun menyampaikan firman Allah S.W.T. kepada iblis. 

iblis mengeluh dan berkata Wahai Nabi Musa! Semasa Adam masih hidup pun hamba tidak sudi bersujud kepadanya, inikan pula, Adam telah mati Maka iblis pun beredar. 

Wallahualam.

Sumber/Kredit: Syaikh Muhammad bin Haji Mohd Said, Guru Madrasah Al-Sibyan, Singapura

Iblis Buka Rahsianya Pada Rasullullah SAW (Siri 3)

Iblis Buka Rahsianya Pada Rasullullah SAW (Siri 3)


RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apakah tipu helah terawal engkau ke atas manusia?" 

raja iblis : Pertama, hamba palingkan iman mereka sehingga terpesong iktikad mereka kepada kekafiran samada pada perkataan, perbuatan, kelakuan dan hati mereka. Namun jika mereka gagal hamba pesongkan, hamba akan berusaha menarik mereka kepada jalan yang mengurangkan pahala supaya lama-kelamaan, mereka akan terjerumus juga mengikut kemahuan hamba 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Apabila umatku mendirikan solat, bagaimanakah keadaan engkau?" 

raja iblis : "Itulah sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah seluruh badan hamba dan lemahlah tulang sendi hamba, maka pada waktu itu, hamba menyuruh puluhan syaitan iblis menggoda setiap orang yang hendak bersolat menerusi anggotanya supaya malas bersolat dan hatinya supaya was-was dalam solatnya serta terlupa bilangan rakaatnya. Mereka juga akan bimbangkan pekerjaan dunia dan hatinya hendak cepat-cepat menamatkan solatnya. Sesetengah iblis masuk ke dalam mata orang yang hendak bersolat supaya ia tidak kusyuk dalam solatnya sehingga mereka berpaling atau menjeling ke kanan dan kiri semasa solat. (Maka) tidaklah tetap hatinya serta hilanglah kusyuknya. Sesetengah iblis memasuki telinga orang yang bersolat supaya memasang telinga mendengar perbualan orang, bunyi-bunyian dan sebagainya - yang sia-sia belaka. Sesetengah iblis duduk pada belakangnya supaya orang yang bersolat itu tidak berupaya lama-lama semasa bersujud atau bertahiyyat. Di dalam hatinya sering bekehendakkan agar solatnya segera tamat dan ini tentunya akan mengurangkan pahala solat. Jika sekelian iblis berkenaan gagal menggoda seperti yang demikian, nescaya mereka akan hamba hukum seberat-beratnya. 

RASULULLAH S.A.W: "Jika umatku membaca Al-Qur an kerana Allah, apakah yang engkau rasa?" 

raja iblis : "Jika mereka membaca Al-Qur an kerana Allah, maka terbakarlah tubuh hamba serta putus-putus segala urat hamba, maka larilah hamba dari mereka. 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, apakah yang engkau rasa?" raja iblis : "Telah binasalah diri hamba dan gugurlah tulang hamba kerana mereka telah menyempurnakan rukunnya. 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berpuasa kerana Allah, apakah yang engkau rasa?" 

raja iblis : "Ya Nabi Allah, inilah suatu bencana yang besar bahayanya terhadap hamba kerana apabila masuk malam awal Ramadan, maka memancarlah nur Arasy dan Kursiy serta segala Malaikat menyambut dengan gembiranya. Bagi orang-orang yang berpuasa mendapat sebesar-besar anugerah Allah SWT yang Maha Pengampun segala dosa yang telah lalu serta digantikan pula dengan pahala yang amat besar serta tiada ditulis segala kesalahannya selama ia berpuasa. Tambahan pula yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit, bulan dan bintang serta Malaikat sehinggalah burung-burung dan ikan-ikan laut dan air tawar juga tiap-tiap yang bernyawa di atas muka bumi mendoakan siang dan malam memohon ampun bagi orang-orang yang berpuasa. 

raja iblis : Satu lagi setinggi-tinggi kemuliaan orang yang berpuasa ialah Tuhan menjadikan 1000 kemerdekaan dari azab neraka pada setiap hari dalam Bulan Ramadan, segala pintu neraka ditutup, segala pintu syurga dibuka, angin/bayu syirah yang amat lembut berhembusan ke dalam syurga. Maka pada hari mulanya umat Tuan Hamba berpuasa, datanglah segala bala tentera Malaikat yang garang tanpa mengira lawannya menangkap hamba dengan perintah Tuhan serta ditangkapnya segala bala tentera hamba iaitu jin, syaitan dan ifrit serta dipasung kaki tangannya dengan besi panas - dan dirantainya hamba sekeliannya serta dibenamkan ke dalam bumi yang amat dalam dan ditambah pula dengan beberapa azab sengsara sehingga selesai ibadat puasa umat Tuan Hamba, baharulah hamba dilepaskan supaya hamba tidak boleh mengganggu mereka. Dan umat Tuan Hamba sendiri telah merasa kesenangan dalam menjalani ibadat puasa sebagaimana mereka bekerja untuk bersahur di waktu tengah malam seorang diri sekalipun tanpa sedikit perlu merasa takut seperti malam-malam yang lain 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Bagaimanakah halnya para sahabatku kepada engkau? 

raja iblis : "Ya Nabi Allah, Adalah sekelian para sahabat Tuan Hamba adalah sebesar-besar seteru kepada hamba, kerana tiada upaya hamba melawan mereka dan tidak ada satu pun tipu daya hamba dapat memasuki mereka, kerana Tuan Hamba pernah berkata Sekelian para Sahabatku adalah umpama bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka nescaya kamu akan mendapat petunjuk Ya Nabi Allah, sekelian para sahabat Tuan Hamba sangat taat mengerjakan perintah Tuan Hamba lagi setia serta bersungguh-sungguh menyiar dan menghebahkan syariat Tuan Hamba kepada sekelian manusia menerusi Al-Qur an dan Al-Hadis. 

raja iblis : Ada pun Sayyidina Abu Bakar As Siddiq bin Abi Qahafah R.A. itu semasa sebelum beliau bersama Tuan Hamba pun, hamba gagal menghampirinya apalagi sekarang beliau telah mendampingi Tuan Hamba. Beliau amat kuat bersaksi di atas kebenaran Tuan Hamba sehingga beliau telah menjadi wazirul a zam dan Tuan Hamba telah berkata bahawa kiranya ditimbang kebajikan Abu Bakar dengan amal kebajikan sekelian isi dunia ini, nescaya lebih beratlah kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula, beliau telah menjadi bapa mertua Tuan Hamba dengan mengahwinkan puterinya Sayyidatina Aishah R.A yang sangat hafiz Hadis-Hadis Tuan Hamba. 

raja iblis : Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Umar Al-Khattab R.A., hamba tidak berani memandang wajahnya kerana beliau sangat tegas dalam menjalankan hukum syariat Tuan Hamba. Jika hamba terpandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana tersangat takut kepadanya kerana imannya yang sangat kuat apalagi Tuan Hamba pernah bersabda, Jikalaulah ada lagi Nabi selepas aku, nescaya Umar boleh menggantikannya kerana harapan besar Tuan Hamba ke atasnya. Beliau juga mampu membezakan iman dan kafir sehingga beliau mendapat gelaran Umar Al-Faruk . 

raja iblis : Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Osman Al-Affan itu lebih-lebih lagi tidak dapat hamba hampiri kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Qur an, siang, malam, pagi dan petang. Dialah penghulu segala orang yang sabar dan penghulu segala syuhada dan menjadi menantu Tuan Hamba sebanyak 2 kali. Kerana ketaatannya, beliau dikunjungi oleh para Malaikat dengan penuh hormat kerana sangat malunya Malaikat kepada beliau. Tuan Hamba telah berkata, Barangsiapa menulis BismillaahirRahmaanirRahiim pada kitab-kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala baginya seperti pahala syahid Sayyidina Osman. 

raja iblis : Ada pun sahabat Tuan Hamba, Sayyidina Ali bin Abi Talib R.A., hamba sangat takut kepadanya kerana kehebatan kelakuannya serta kedahsyatan melihat keperkasaannya di medan peperangan merempuh segala musuhnya. Maka apabila iblis, syaitan dan jin memandang wajah Sayyidina Ali, nescaya terbakar kedua biji mata mereka kerana beliau sangat kuat mengerjakan perintah Tuhan serta beliau adalah julung-julungnya kanak-kanak yang memeluk Islam serta enggan menundukkan kepala kepada sebarang berhala, sebab itulah beliau digelar Ali KarimahullahuWajhah dan Harimau Allah . Tuan Hamba pernah bersabda, Akulah negeri segala ilmu dan Ali adalah pintunya . Tambahan pula, beliau telah menjadi menantu tuan hamba, maka terlebihlah ngeri hamba kepadanya. 

RASULULLAH S.A.W: "Bagaimanakah tipudaya engkau terhadap umatku? 

raja iblis : "Adalah umat Tuan Hamba ada tiga golongan (1) Seperti air hujan turun dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan lagi banyak manfaatnya dan pertolongan kepada lainnya iaitu guru-guru yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala tegahanNya dan kata (Malaikat) Jibril A.S., Adapun ulama itu pelita dunia dan pelita akhirat.

raja iblis : (2) Umat Tuan Hamba itu seperti tanah iaitu orang (yang) sabar, bersyukur dan redha akan kurnia Tuhan kepadanya serta beramal soleh dan bertawakkal kepada Allah dan banyak berbuat kebajikan, dan (3) Umat Tuan Hamba itu keadannya seperti Fir aun yang terlampau tamak dengan harta dunia (dan) dihilangkan amal (perbuatan) akhirat. Maka (dengan) sukacitalah hamba kepada mereka (umat ke 3) lalu hamba masuk ke dalam tubuh mereka, hamba putarkan hati mereka menuju ke lautan derhaka. Apabila telah kekal atas jalan kejahatan, hamba tarik ke mana (sahaja) sesuka hati hamba, jadi sentiasalah mereka bimbangkan dunia dan tidak suka menuntut ilmu, dijadikan dirinya tiada kelapangan untuk beramal, tidak mengeluarkan zakat hartanya 

raja iblis : dan sesetengah (golongan) yang miskin (yang) hendak beribadat, hamba goda mereka (supaya) meminta kekayaan terlebih dahulu, maka apabila disampaikan Tuhan akan hajatnya untuk mendapatkan kesenangan, maka (hamba) lupakan mereka dari beramal, tidak mahu mengeluarkan zakat harta mereka ibarat Qarun dengan mahligainya dan diri mereka serta harta benda mreka habis terbenam ke dalam bumi kerana mereka tidak mahu membelanjakan (harta mereka) pada jalan-jalan kebajikan dan jika terkena kesakitan, mereka tidak sabar, mereka sentiasa bimbangkan harta mereka dan sesetengah dari mereka yang kaya asyik dengan perebutan dunia, bercakap besar kepada sesama Islam dan benci dan menghina golongan miskin. Mereka gemar mengeluarkan harta mereka kepada jalan-jalan maksiat dan menaburkan harta mereka kepada perempuanperempuan jahat dan tempat-tempat judi dan (majlis) tarian. 

RASULULLAH S.A.W: "Siapa pula yang sama (tarafnya) seperti engkau? 

raja iblis : "Orang-orang yang meringankan syari at Tuan Hamba dan membenci orang-orang yang mempelajari Islam. 

RASULULLAH S.A.W: "Siapakah pula yang memberikan cahaya pada muka engkau? 

raja iblis : "Orang-orang yang berdosa dan bersumpah bohong dan (menjadi) saksi pembohong serta memungkiri janji. 

RASULULLAH S.A.W: "Apa pula rahsia engkau terhadap umatku? 

raja iblis : "Jika seorang muslim ingin membuang air besar (ke tandas), jika tidak membaca doa kepada Allah SWT untuk mohon perlindungan daripada syaitan, nescaya hamba lumurkan najis itu ke tubuhnya tanpa disedari. (Inilah doanya sebelum sampai ke tandas - Bismillahi AllaHomma Innii a uu dzubikaminal khubusi wal khobaa is jika masuk ke tandas, dahulukanlah kaki kiri dan jika keluar dari tandas dahulukan pula kaki kanan dan apabila jauh empat-lima langkah daripada tandas, dibaca di dalam hati GhufraanakalhamdulillaaHilladzii azHaba annil azaa wa aafinii dan apabila selesai bersuci dibacakan doa AllaaHumma ToHHir Qalbii minnifaaqi wahaSSin farjii minal fawaa hi shi ) Maka jika dibacakan doa-doa tersebut, larilah hamba daripadanya 

RASULULLAH S.A.W: "Hai iblis! Jika umatku berjimak dengan isterinya, bagaimanakah keadaan engkau?

Nantikan Sambungan: "Iblis Buka Rahsianya Pada Rasullullah SAW (Siri 4 - Akhir)"

Translate

CLOSE