KOLEKSI 2 :SURAT RASULULLAH SAW KEPADA Raja Khosrau II @ Chosroes - Parsi (Persia) & Raja Heraklius @ Hercules - Romawi (Byzantines / Rome)


1 - Surat kepada Raja Khosrau II @ Chosroes - Parsi (Persia)



Isi surat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahawa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bahawa Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.

Kisahnya

Ketika Rasulullah s.a.w mengirim surat kepada Raja Khosrau II @ Abrawaiz iaitu raja dari Negeri Persia dan menyerunya kepada Islam. Namun ketika surat itu dibacakan oleh Raja itu, dia pun merobeknya sambil berkata, ”Hamba rendahan dari rakyatku menuliskan namanya mendahuluiku."

Ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah s.a.w, baginda pun mengatakan, ”Semoga Allah merobek-robek kerajaannya.”

Doa tersebut dikabulkan. Persia akhirnya kalah dalam perang menghadapi Romawi dengan kekalahan yang menyakitkan. Kemudian dia pun digulingkan oleh anaknya sendiri yakni Syirawaih. Dia dibunuh dan dirampas kekuasaannya.

Seterusnya kerajaan itu kian terobek-robek dan hancur sampai akhirnya ditakluki oleh pasukan Islam pada zaman Khalifah Umar bin Al-Khaththab r.a hingga tidak dapat lagi berdiri.


2 - Surat kepada Raja Heraklius @ Hercules - Romawi (Byzantines / Rome)




Isi surat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraklius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahala bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. 

“Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimah (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahawa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebahagian kita menjadikan sebahagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahawa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (Surah Aali-Imran : 64) [Sahih Al-Bukhari 1/4,5] 

Kisahnya

Dari Ibnu ‘Abbas .a. katanya Abu Sufyan mengisahkan kepadanya dari mulut Abu Sufyan sendiri cerita berikut: “Pada masa berlangsungnya perjanjian Damai antaraku dengan Rasulullah s.a.w., aku pergi berniaga ke Syam. Ketika itu aku sedang berada di sana, disampaikan orang sepucuk surat dari Rasulullah s.a.w kepada Kaisar Heraklius (Hercules), penguasa Rumawi.

Orang yang membawa surat itu adalah Dihyah Al-Kalbi yang langsung menyerahkannya kepada Penguasa Basrah. Selanjutnya, Penguasa Basrah menyerahkan kepada Hiraklius. Hiraklius lalu bertanya: Apakah di sini terdapat seorang dari kaum lelaki yang mengaku sebagai nabi ini?

Mereka menjawab: Ya! Maka aku pun dipanggil bersama beberapa orang Quraisy lainnya sehingga masuklah kami menghadap Hiraklius. Setelah mempersilakan kami duduk di hadapannya,

Hiraklius bertanya: Siapakah di antara kamu sekalian yang paling dekat nasabnya dengan lelaki yang mengaku sebagai nabi ini? Abu Sufyan berkata: Lalu aku menjawab: Aku.

Kemudian aku dipersilakan duduk lebih dekat lagi ke hadapannya sementara teman-temanku yang lain dipersilakan duduk di belakangku. Kemudian Hiraklius memanggil juru terjemahnya dan berkata kepadanya: Katakanlah kepada mereka bahwa aku akan menanyakan kepada orang ini tentang lelaki yang mengaku sebagai nabi itu. Jika ia berdusta kepadaku, maka katakanlah bahwa ia berdusta.

Abu Sufyan berkata: Demi Allah, seandainya aku tidak takut dikenal sebagai pendusta, niscaya aku akan berdusta. Lalu Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Tanyakan kepadanya bagaimana dengan keturunan lelaki itu di kalangan kamu sekalian?

Aku menjawab: Di kalangan kami, dia adalah seorang yang bernasab baik. Dia bertanya: Apakah ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja?
Aku menjawab: Tidak. Dia bertanya: Apa kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dikatakannya? Aku menjawab: Tidak.

Dia bertanya: Siapakah pengikutnya, orang-orang yang terhormatkah atau orang-orang yang lemah?
Aku menjawab: Para pengikutnya adalah orang-orang lemah. Dia bertanya: Mereka semakin bertambah ataukah berkurang?
Aku menjawab: Bahkan mereka semakin bertambah.

Dia bertanya: Apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agamanya setelah dia peluk karena rasa benci terhadapnya?

Aku menjawab: Tidak.


Dia bertanya:Apakah kamu sekalian memeranginya?
Aku menjawab: Ya.

Dia bertanya: Bagaimana peperangan kamu dengan orang itu?
Aku menjawab: Peperangan yang terjadi antara kami dengannya silih-berganti, terkadang dia mengalahkan kami dan terkadang kami mengalahkannya.

Dia bertanya: Apakah dia pernah berkhianat?
Aku menjawab: Tidak. Dan kami sekarang sedang berada dalam masa perjanjian damai dengannya, kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat. Dia melanjutkan: Demi Allah, aku tidak dapat menyelipkan kata lain dalam kalimat jawaban selain ucapan di atas.

Dia bertanya lagi: Apakah perkataan itu pernah diucapkan oleh orang lain sebelum dia?

Aku menjawab: Tidak.

Selanjutnya Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Katakanlah kepadanya, ketika aku bertanya kepadamu tentang nasabnya, kamu menjawab bahwa ia adalah seorang yang bernasab mulia. Memang demikianlah keadaan rasul-rasul yang diutus ke tengah kaumnya.

Ketika aku bertanya kepada kamu apakah di antara nenek-moyangnya ada yang menjadi raja, kamu menjawab tidak. Menurutku, seandainya ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja, aku akan mengatakan dia adalah seorang yang sedang menuntut kerajaan nenek-moyangnya.

Lalu aku menanyakan kepadamu tentang pengikutnya, apakah mereka orang-orang yang lemah ataukah orang-orang yang terhormat. Kamu menjawab mereka adalah orang-orang yang lemah. Dan memang merekalah pengikut para rasul.

Lalu ketika aku bertanya kepadamu apakah kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dia katakan. Kamu menjawab tidak. Maka tahulah aku, bahwa tidak mungkin dia tidak pernah berdusta kepada manusia kemudian akan berdusta kepada Allah.

Aku juga bertanya kepadamu apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agama setelah ia memeluknya karena rasa benci terhadapnya. Kamu menjawab tidak. Memang demikianlah iman bila telah menyatu dengan orang-orang yang berhati bersih.

Ketika aku menanyakanmu apakah mereka semakin bertambah atau berkurang, kamu menjawab mereka semakin bertambah. Begitulah iman sehingga ia bisa menjadi sempurna.

Aku juga menanyakanmu apakah kamu sekalian memeranginya, kamu menjawab bahwa kamu sekalian sering memeranginya. Sehingga perang yang terjadi antara kamu dengannya silih-berganti, sesekali dia berhasil mengalahkanmu dan di lain kali kamu berhasil mengalahkannya. Begitulah para rasul akan senantiasa diuji, namun pada akhirnya merekalah yang akan memperoleh kemenangan.

Aku juga menanyakanmu apakah dia pernah berkhianat, lalu kamu menjawab bahwa dia tidak pernah berkhianat. Memang begitulah sifat para rasul tidak akan pernah berkhianat.

Aku bertanya apakah sebelum dia ada seorang yang pernah mengatakan apa yang dia katakan, lalu kamu menjawab tidak. Seandainya sebelumnya ada seorang yang pernah mengatakan apa yang dia katakan, maka aku akan mengatakan bahwa dia adalah seorang yang mengikuti perkataan yang pernah dikatakan sebelumnya.

Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius bertanya lagi: Apakah yang ia perintahkan kepadamu?

Aku menjawab: Dia menyuruh kami dengan salat, membayar zakat, bersilaturahmi serta membersihkan diri dari sesuatu yang haram dan tercela.

Hiraklius berkata: Jika apa yang kamu katakan tentangnya itu adalah benar, maka ia adalah seorang nabi. Dan aku sebenarnya telah mengetahui bahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menyangka dia berasal dari bangsa kamu sekalian. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya.

Dan seandainya aku berada di sisinya, niscaya aku akan membersihkan segala kotoran dari kedua kakinya serta pasti kekuasaannya akan mencapai tanah tempat berpijak kedua kakiku ini.

Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius memanggil untuk dibawakan surat Rasulullah saw. lalu membacanya. Ternyata isinya adalah sebagai berikut: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, utusan Allah, untuk Hiraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran.

Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu.

(Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimah ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah).

Selesai dia membaca surat tersebut, terdengarlah suara nyaring dan gaduh di sekitarnya. Lalu dia memerintahkan sehingga kami pun segera dikeluarkan. Lalu aku berkata kepada teman-temanku ketika kami sedang menuju keluar, Benar-benar telah tersiar ajaran Ibnu Abu Kabasyah, dan sesungguhnya dia benar-benar ditakuti oleh Raja Romawi.

Abu Sufyan berkata: Aku masih terus merasa yakin dengan ajaran Rasulullah s.a.w. bahwa ia akan tersiar luas sehingga Allah berkenan memasukkan ajaran Islam itu ke dalam hatiku. [Hadis 1745 jilid 3 sahih Muslim]


KOLEKSI 1 :SURAT RASULULLAH SAW KEPADA Raja Najasyi @ Negus - Habsyah (Ethiopia) & Raja Al-Muqawqis @ Binyamin - Mesir (Egypt)

Di antara kaedah dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w untuk menyebarkan Islam ialah dengan menghantar surat-surat kepada raja-raja dan pemerintah-pemerintah sesebuah negara.



Lewat tahun enam Hijrah, apabila kembali dari Hudaibiyah, Nabi Muhammad s.a.w memutuskan untuk menghantar mesej kepada raja-raja di luar Arab Saudi menyeru mereka kepada Islam. Dalam usaha untuk mengesahkan kelayakan kerasulan beliau, cop mohor perak telah dibuat di mana telah terukir kata-kata: "Muhammad Rasul Allah" (Sahih Al-Bukhari 2 / 872, 873).


Surat-surat itu diterima baik oleh mereka kecuali Raja Parsi yang telah merobek-robek surat selepas membacanya.

Berikut adalah beberapa surat yang ditulis oleh Nabi Muhammad s.a.w kepada raja-raja dan pemerintah di luar Arab Saudi.


1 - Surat kepada Raja Najasyi @ Negus - Habsyah (Ethiopia)






Kandungan Isi surat 

Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Habsyah / Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan melainkan Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengurniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahawa Isa putera Maryam adalah roh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka dia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan roh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk. [Zaadul Ma'ad 3/61].


Kisahnya

Ketika Rasulullah s.a.w menulis surat kepada Raja Najasyi yakni Ashhamah bin Al-Abjar dan menyerunya kepada Islam. Raja An-Najasyi mengambil surat itu, lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgahsana. Beliau pun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Thalib r.a.

Beliau lalu mengirimkan surat kepada Rasulullah s.a.w dan menyebutkan tentang keislamannya.Raja Najasyi akhirnya meninggal dunia pada bulan Rejab tahun ke-9 Hijriyyah. Rasulullah s.a.w memberitakan hal itu pada hari wafatnya lalu melakukan solat ghaib untuknya. Beliau juga mengkhabarkan bahawa Raja Najasyi kelak akan masuk syurga.



2 - Surat kepada Raja Al-Muqawqis @ Binyamin - Mesir (Egypt)



Isi surat

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“


Kisahnya

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi saw, dia membalas surat baginda dan memberi kepada baginda dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua hamba belian bernama Mariah binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi s.a.w dan menjadi isteri beliau, darinya Rasulullah s.a.w mendapat seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama moyang beliau Nabi Ibrahim a.s. Dan hamba kedua adiknya sendiri iaitu Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah.Hadiah kedua pula berupa kuda untuk tunggangan baginda.

Makanan Kegemaran Nabi Muhammad SAW serta khasiatnya


1. Barli – Bagus untuk demam jika dibuat sup.


2. Kurma – Nabi berkata rumah yang tidak mempunyai kurma adalah seperti rumah yang tidak ada makanan.

3. Buah Tin – Buah dari syurga. Boleh mengubati buasir.

4. Anggur – Nabi suka buah anggur. Ia membersihkan darah, menguatkan buah pinggang, membersihkan perut

5. Madu – Ia adalah makanan segala makanan, minuman segala minuman, ubat segala ubat. Mengubati cirit birit jika dibancuh dengan air panas, membuka selera, menguatkan perut, membuang kahak. Elok diminun waktu pagi dengan air suam.

6. Tembikai (Segala Jenis) – Nabi berkata wanita mengandung tidak akan gagal melahirkan anak yang baik dari segi perwatakkan dan wajahnya.

7. Susu – Nabi berkata susu baik untuk membuang panas badan. Menguatkan belakang,memperbaiki otak memperbaharui pandangan mata, membuang kelupaan.

8. Cendawan – Baik untuk mata, perancang keluarga.

9. Minyak Zaitun – Rawatan kulit dan rambut. Melambatkan penuaan, merawat radang perut.

10. Delima – Membersihkan tubuh dari syaitan & bisikan syaitan selama 40 hari.

11. Air – Minuman terbaik. Jika dahaga hendaklah disedut perlahan-lahan. Jangan diteguk. Mudah mendapat sakit pada hati.

Selamat beramal.

Kisah Ainul Mardhiah (Bidadari Syurga)


Bidadari merupakan salah satu anugerah Allah kepada seorang lelaki yang memasuki syurga. Bagi seorang wanita yang solehah maka bidadari bagi suaminya adalah dikalangan bidadari2 kurniaan Allah dan dia (isteri solehah merupakan ketua kepada segala bidadari- bidadari).

Berjihad/berdakwah untuk agama Allah swt merupakan satu amalan yang akan menjadi kesukaan Allah swt dan ini merupakan sunnah besar nabi SAW dan kalangan sahabat-sahabat r.hum. Setiap manusia yang mati walaupun berapa umurnya maka akan ditanya dimanakah masa mudanya dihabiskan.

Rasulullah saw bersabda“Tidak akan berganjak kaki anak Adam di Hari Kiamat hingga disoal tentang empat perkara: tentang usianya pada apa dihabiskannya, tentang masa mudanya apa yang telah diperjuangkannya, tentang hartanya dari mana datangnya dan ke mana telah dibelanjakannya dan tentang ilmunya apa yang telah dibuatnya.”(Hadith sahih riwayat Tirmizi)

Ainul Mardhiah (bidadari untuk orang yang berjihad/berdakwah untuk agama Allah swt.)

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 58

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
QS. ar-Rahman (55) : 70

(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
QS. ar-Rahman (55) : 72

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 74

‘Ainul Mardhiah merupakan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidadari yang lain (bermaksud mata yang di redhai). Suatu pagi (dalam bulan puasa) ketika nabi memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan sahabat untuk berjihad/berdakwah untuk agama Allah) katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia syahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari2 syurga.

Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya muda teringin sangat hendak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut,tetapi di sebabkan sahabat ini malu hendak bertanyakan kepada nabi saw,kerana malu kepada sahabat-sahabat yang lain.

Namun dia tetap memberi nama sebagai salah sorang yang akan keluar di jalan Allah. Sebelum Zohor sunnah nabi akan tidur sebentar (dipanggil khailulah, maka sahabat yang muda tadi juga turut bersama jemaah yang hendak berangkat tadi tidur bersama-sama sekejap.

Tiba-tiba dalam tidur sahabat tersebut dia bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah, dia bertemu dengan seorang yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri2,lalu di tanya sahabat ini ,di manakah beliau berada,lalu ada suara yang menjawab,inilah syurga,tiba2 dia menyatakan hasrat untuk berjumpa dengan Ainul Mardhiah (bidadari yang Nabi saw bagitahu tadi),lalu ditunjuknya di suatu arah maka berjalanlah sahabat ini, disuatu pepohon beliau mendapati ada seorang wanita yang tak pernah dia lihat kecantikan yang sebegitu,tak pernah dilihat didunia ini,lalu diberikan salam dan sahabat ini bertanya, andakah ini Ainul Mardhiah,wanita itu menjawab ehh tidak (lebih kurang macam tu la dalam bahasa kita), saya penjaganya,Ainul Mardhiah ada di dalam singgahsana di sana.

Lalu dia berjalan dan memasuki satu mahligai yang cukup indah dan mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda daripada yang pertama tadi di lihatnya, sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai,lalu diberi salam dan di tanya lagi adakah ini Ainul Mardiah lalu wanita itu menjawab,eh tidak, saya hanya penjaganya di dalam mahligai ini,Ainul Mardiah ada di atas mahligai sana, lalu dinaikinya anak-anak tangga mahligai permata itu, kecantikkannya sungguh mengkagumkan,lalu sahabat ini sampai ke satu mahligai dan mendapati seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda catiknya dari yang kedua yang beliau jumpa tadi,dan tidak pernah di lihat di dunia, lalu wanita itu berkata,akulah Ainul Mardhiah, aku diciptakan untuk kamu dan kamu diciptakan untuk aku,bila lelaki itu mendekatinya wanita itu menjawab,nanti kamu belum syahid lagi,tersentak daripada itu pemuda itu pun terjaga dari tidurnya lalu dia menceritakan segala-galanya kepada sahabat lain, namun begitu dia memesan agar jangan menceritakan cerita ini kepada Nabi SAW,tapi sekiranya dia syahid barulah di ceritakan kepada Nabi saw.

Petang itu pemuda itu bersama-sama dengan jemaah yang terdapat Nabi saw di dalamnya telah keluar berperang/berjihad lalu ditakdirkan pemuda tadi telah syahid. Petang tersebut ketika semua jemaah telah pulang ke masjid, di waktu hendak berbuka puasa maka mereka telah menunggu makanan untuk berbuka (tunggu makanan adalah satu sunnah nabi). Maka kawan sahabat yang syahid tadi telah bangun dan merapati nabi saw dan menceritakan perihal mimpi pemuda yang syahid tadi.

Sahabat pemuda yang syahid tadi,dalam menceritakan kepada nabi saw,Nabi saw menjawab benar,benar,benar sepanjang cerita tersebut. Akhirnya nabi SAW berkata memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di syurga..

Ainul Mardhiah adalah bidadari yang paling cantik di syurga, kita hanya la manusia biasa takkan mampu kita membayangkan nikmat-nikmat di syurga Allah.

Keringnya Tasik Galilee, turunnya Imam Mahdi dan Nabi Isa

Keringnya Tasik Galilee, turunnya Imam Mahdi dan Nabi Isa 

Ada beberapa pertanda yang menunjukkan ke arah itu. Di antaranya ialah Nabi s.a.w telah bersabda berkaitan dengan pengalaman sahabat Tamim Ad-Dari ra yang belayar dengan rakan-rakan beliau dan terbabas di sebuah pulau. Selepas mereka bertemu makhluk hodoh yang memperkenalkan dirinya sebagai pengintip, mereka telah bertemu dengan makhluk berbadan besar yang memperkenalkan dirinya sebagai Dajal), “.. 

Dajal berkata: ‘Beritahu aku tentang pohon-pohon tamar di Baisan, adakah ia masih berbuah?’ Kami berkata: ‘Ya’. Berkata Dajal: ‘Tidak lama lagi ia tidak akan berbuah’. Dajal bertanya lagi: ‘Bagaimana dengan Tasik Tiberia, adakah masih dipenuhi air?’ Kami menjawab: ‘Ya, ia masih dipenuhi air’. Dajal berkata: ‘Tidak lama lagi airnya akan kering’..(Riwayat Imam Muslim dalam Sahih Muslim) Hadis ini memberitahu saya dan anda semua bahawa bila keringnya tasik ini, maka tunggulah kamu akan turunnya Al-Masih Isa, itulah saatnya dan perhatikan lah tasik ini sebagai antara sempadan begitu hampirnya tanda2 besar. 

Menjadi kerisauan saya sekarang ialah, tasik ini sudah pun kering dengan derasnya setiap hari turun beberapa milimeter sejak tahun 2000 masihi lagi, dan 9 tahun telah pun berlalu. Anda semua harus beringat. Bila tasik ini kering, maka itulah saat di mana Nabi Isa akan turun ke planet bumi, membantu Imam Mahdi dan memburu Dajjal ke seluruh pelusuk bumi. Tasik Galilee sedang kering dengan lajunya. Mengikut kajian sains, tasik ini akan kering dalam tempoh masa 50 tahun sahaja dan menemui dasarnya. Ketika itulah Nabi Isa akan turun. Dan anda semua kena faham, sebelum Nabi Isa turun dalam tempoh 50 tahun akan datang (plus-minus), sudah pastilah proses2 untuk menjadi Asbab perlunya baginda turun, Asbab itu mestilah terjadi, ini bermakna wahai tuan2. 

Proses ini “sepatutnya” sudah berlaku: - Tasik Galilee sedang mengering dengan derasnya setiap hari. - Ini bermakna sistem dajal akan mencapai kemuncaknya (yang membolehkan dajal muncul dengan sempurna) - Bila dajjal akan keluar itu kita tak pasti, namun semua tanda kecil & fitnah yang membolehkan dia keluar itu sudah pun wujud di sekeliling kita - Anda kena faham, banyak hadis sahih mengatakan pemuda tampan dari timur itu dilantik menjadi imam mahdi adalah dalam sekitar umurnya mencecah 40 tahun. - dan ini bermakna, adalah amat saya yakini, bahawasanya, pemimpin tampan dari timur itu sudah pun berada di kalangan kita, samada baginda di saat ini baru dilahirkan? atau masih kanak-kanak ? atau sedang belajar di sekolah menengah, atau pun sedang dalam alam remaja, kita tak pasti. 

Ingatlah saudara-saudaraku… Mereka ber-3 akan muncul selang silih sahaja dan mereka ber-3 berkongsi gelaran yang sama, mereka bertiga adalah manusia belaka. Dua daripada mereka mendapat rahmat berupa umur yang panjang, sedangkan 1 dari mereka bertiga berumur pendek tapi dapat meminpin dunia. Ketahuilah mereka bertiga ialah: - Al Masih Imam Mahdi - Al Masih Dajjal - Al Masih Isa Sekiranya umur anda adalah sekitar 20-an 30-an (pada hari ini). Percayalah, dalam tempoh 50 tahun ini sahaja semua tanda-tanda untuk munculnya tanda-tanda besar, pasti 100% muncul di zaman anda, samada anda ditakdirkan untuk mati sebelum peristiwa itu muncul atau anak-anak anda yang bakal berhadapan dengan ujian itu, 

Ketahuilah Tasik Galilee sudah pun mulai mengering sejak tahun 2000 masihi lagi dan proses pengeringan ini amat dasyat sehingga yahudi2 di Israel meminta bantuan dunia untuk menaikkan kembali aras tasik Galilee ini. 9 tahun sudah pun berlalu, ada baki lagi 41 tahun (plus-minus) sebelum turunnya Nabi Isa ke planet bumi dan anda harus ingat…!!! Ketahuilah, Kita ada tak sampai 41 tahun sahaja lagi sebelum tasik Galilee kering sepenuhnya, kita ada hanya purata 41 tahun lagi sebelum turunnya Nabi Isa ke planet Bumi ini. 

Sebelum Nabi Isa itu turun, sudah pastilah Imam Mahdi itu sudah pun ada di keliling kita. Dan sudah pastilah peperangan besar pasti terjadi, dan sudah semestinya lah akibat perang itu, dengan sebab sistem yang lengkap di keliling kita, menyebabkan Dajjal itu pasti juga akan keluar. Dajjal akan muncul dulu sebelum turunnya Nabi Isa, dan Imam Mahdi akan muncul dulu sebelum Dajjal keluar dari Khurasan. Sekali lagi saya ingatkan anda hanya ada 41 tahun lebih sahaja sebelum 1 tanda besar pertama keluar. Bila 1 tanda besar keluar, maka lengkaplah semua tanda-tanda kecil. 

Bila 1 tanda besar keluar, akan datang tanda-tanda besar seterusnya tanpa ragu-ragu. Dan ingatlah wahai Muslimin, Doa Nabi Ibrahim makbul sehingga akhir zaman. Dari susur galur bagindalah berakhirnya Rasul terakhir Nabi Muhammad. Dari susur galur Nabi Muhammad saw lah, akan munculnya pemuda bernama Muhammad Bin Abdullah (di zaman kita “mungkin”), yang mana dia sendiri tidak tahu bahawa dia adalah bakal Imam Mahdi. Di dalam darahnya ada kombinasi DNA Nabi Ibrahim & DNA Nabi Muhammad kerana mereka berdua dari keturunan yang sama. Sedangkan Mahdi adalah waris dari keturunan yang tak pernah meninggalkan Solat. Carilah balik doa Nabi Ibrahim itu (ada dalam Alquran) dan kerana itulah, solat 5 Waktu di tahiyat akhir akan selalu kita bacakan nama-nama Nabi

Kisah Nabi Luth dan Misteri Laut Mati



Laut Mati

Laut Mati merupakan tasik air masin yang terletak di sempadan Jordan dan Tebing Barat. Pantainya berada di kedudukan serendah 418 m di bawah aras laut yang merupakan kedudukan terendah di atas daratan dunia dan juga tasik masin yang terdalam dengan kedalaman 330m.

Airnya mempunyai kemasinan kedua tertinggi di dunia selepas Laut Asal di Djibouti dengan kemasinan sebanyak 33.7%. Ini lebih kurang 8.6 kali lebih masin dari laut biasa. Oleh sebab itu tiada satu pun hidupan yang boleh hidup di dalamnya dan kapal tidak boleh berlayar di atas permukaannya. Tasik ini berukuran 67 km panjang dan 18 km lebar. Cabang sungai utamanya ialah Sungai Jordan.

Pemandangan Laut Mati yang diambil pada tahun 1989 dari Columbia Space Shuttle (STS-28). Bahagian selatan terpisah daripada separuh bahagian utara akibat kemerosotan paras air laut. 


Pemandangan Laut Mati hampir 12 tahun kemudian (STS-102). Bahagian utara dan bahagian kecil tenggara telah bertambah dan kolam poligon besar terbahagi ke beberapa bahagian.

Pemandangan Laut Mati di waktu senja



Tiang yang terbentuk daripada garam karang dipanggil ‘isteri Luth’ di Gunung Sodom, Israel  

Terapung di Laut Mati

Kaitan kisah Nabi Luth dan Laut Mati

LUTH bin Haran bin Tarah (Azar) adalah anak saudara Nabi Ibrahim. Luth adalah antara orang beriman yang mengikut Nabi Ibrahim berpindah dari Babylon ke Palestin dan Mesir. Kemudian Nabi Luth mendiami kota Sadum (Sodom) di wilayah Jordan.

Namun, penduduk kota itu berakhlak keji, malah mereka derhaka dan kufur dengan nikmat Tuhan. Kegiatan merompak barangan yang dibawa kafilah dan mengunjungi pusat maksiat menjadi darah daging mereka. Lebih menjijikkan mereka mengamalkan liwat (homoseks).

Nabi Luth menasihati kaumnya supaya meninggalkan perkara maksiat, Sebaliknya beriman kepada Allah, Selain mengingati mereka mengenai azab yang bakal diturunkan jika terus bergelumang dengan perbuatan keji itu. Kaumnya tidak pedulikan nasihat itu, Malah berani memberi amaran kepada Nabi Luth: “Jika kamu tidak berhenti memperlekehkan kami, kami akan mengusirmu dari negeri ini.” Luth berkata: “Sesungguh aku mengingkari dan benci perbuatan yang kamu lakukan.”

Seterusnya mereka mencabar Nabi Luth dengan berkata: “Jika benar dengan azab yang kamu ancam ke atas kami, segerakanlah dan datangkan ia kepada kami.”

Mendengar perkataan mereka, Nabi Luth berdoa kepada Allah. Dalam al-Quran dijelaskan, maksudnya: “Luth berdoa, wahai Tuhanku, tolonglah aku dengan menimpakan azab ke atas kaum yang melakukan kebinasaan itu.” Doa Nabi Luth diterima Allah, lalu diutuskan-Nya beberapa malaikat untuk menurunkan azab ke atas kaumnya.

Sebelum itu, malaikat berkenaan mengunjungi Nabi Ibrahim dan memberitahu tujuan kedatangan mereka. Nabi Ibrahim berkata: “Ya Allah, di dalam negeri itu ada Luth dan
bagaimana dengan beliau jika negeri itu dimusnahkan.”

Perkara ini dapat diperhatikan melalui al-Quran, maksudnya: “Berkata Ibrahim; sesungguhnya di kota itu ada Luth. Malaikat berkata: “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami akan menyelamatkan dia dan pengikutnya, melainkan isterinya, dia termasuk orang yang tertinggal, dibinasakan.”

Setelah mengunjungi Nabi Ibrahim, tidak berapa lama selepas itu malaikat dengan menyamar sebagai lelaki yang tampan pergi ke Sadum. Sampai di Sadum, mereka berjumpa dengan anak perempuan Luth.

“Wahai saudari, sudikah saudari menerima kami sebagai tetamu keluargamu?” ujar salah seorang daripada tiga malaikat yang menjelma sebagai pemuda tampan bertubuh sasa itu.

Si gadis yang sedari tadi begitu leka mencedok air dari perigi itu terkejut. Hampir sahaja timba yang sedang dipegangnya lucut ke dalam perigi. Wajahnya menjadi pucat. Lidahnya serta-merta kelu. Dia tidak dapat berkata apa-apa. Hatinya tiba-tiba diserang bimbang. Kebimbangan yang bukan disebabkan oleh kehadiran pemuda-pemuda kacak di hadapannya itu. Tetapi kerana dia telah dapat mengagak apa yang bakal berlaku sekiranya mereka diterima bertamu di rumahnya.

Anak gadis Nabi Luth itu cukup arif dengan amalan buruk warga Sadum yang pantang melihat lelaki muda, berwajah tampan dan bertubuh sasa. Pasti anak muda itu menjadi mangsa untuk memuaskan nafsu serakah mereka. Pada mereka, wanita tidak ada daya tarikan langsung. Lelaki hanya untuk lelaki, manakala wanita untuk wanita.

“Apa yang harus aku jawab kepada mereka,” bisik si gadis itu sendiri. Dia menjadi begitu serba salah.

“Apakah kedatangan kami ini menganggu saudari?” tanya pemuda itu kembali.

“Oh tidak. Tapi... bolehkah tuan-tuan tunggu di sini sebentar. Biar saya maklumkan dahulu kepada bapa saya,” balas si gadis terputus-putus. Dia mencapai bekas air yang hampir penuh dan pulang dengan tergesa-gesa.

Demi mendengar kedatangan tiga tetamu muda remaja itu, Nabi Luth mula gusar dan berasa tidak tenteram. “Ini adalah hari yang amat sulit bagiku,” kata Nabi Luth. Nabi Luth yang pada mulanya tidak mengetahui tetamu itu adalah malaikat berasa cemas kerana bimbang mereka yang berwajah lelaki begitu tampan itu menjadi mangsa kaumnya yang bernafsu gila, iaitu homoseks.

Baginda amat mengerti apakah akibatnya seandai kedatangan para tetamunya itu diketahui oleh kaumnya. Namun tabiatnya yang suka menerima tetamu, tetap kuat mendesak meskipun risiko yang terpaksa diterimanya sangat tinggi. Hari sudah menjelang malam, baginda sendiri pergi menjemput para tetamunya itu.

Kepada isteri dan puteri-puterinya dipesan agar perkara itu dirahsiakan, jangan sampai tersebar kepada orang ramai. Kelak mengundang bahaya yang besar. Malangnya, si isteri tidak mampu berlaku setia. Dihebahnya berita perihal tetamu-tetamu mereka kepada kaumnya. Berita kedatangan tetamu (malaikat) itu diketahui kaumnya, lalu ramai kalangan mereka pergi ke rumah Nabi Luth, semata-mata untuk melakukan perbuatan terkutuk itu dengan tetamu Nabi Luth.

Apabila kaumnya berkumpul di pekarangan rumahnya, Nabi Luth cuba menghalang mereka daripada melakukan perbuatan terkutuk itu dengan menawarkan anak perempuannya untuk diperisterikan, supaya tetamunya itu tidak diusik. Kaum Luth langsung tidak mengendahkan larangannya, malah berkata: “Sesungguhnya kamu tahu kami tidak mempunyai selera sedikit pun terhadap anak perempuan kamu. Sesungguhnya tidak ragu-ragu lagi, kamu tahu apa yang kami inginkan.”

Seketika keadaan di pekarangan rumah Nabi Luth kacau-bilau. Nabi Luth gagal mententeramkan kaumnya yang dahagakan hubungan sejenis daripada tetamunya itu. Tanpa berlengah malaikat yang menyamar sebagai tetamu itu terus membutakan mata mereka. Perkara ini diceritakan al-Quran: “Dan sesungguhnya mereka telah memujuknya (agar menyerahkan) tetamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-Ku.”

Selepas itu tetamu berkenaan memperkenalkan diri kepada Nabi Luth mereka sebenarnya malaikat. Kedatangan mereka semata-mata untuk menghancurkan kaum Luth. Ketika itu juga Luth diminta membawa bersama ahli keluarganya keluar dari negeri berkenaan pada waktu malam.

Al-Quran memperjelaskan: “Utusan malaikat berkata; wahai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan Tuhanmu. Sekali-kali mereka tidak dapat mengganggu kamu. Oleh itu, pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut kamu pada lewat malam. Dan janganlah ada seorang pun antara kamu yang tertinggal, melainkan isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab kerana saat jatuhnya azab ke atas mereka adalah pada waktu Subuh. Bukankah Subuh itu sudah dekat?”Kaum Luth ditelan bumi

Kemudian azab yang ditunggu kaum Luth menimpa mereka. Kehancuran mereka pada waktu Subuh dalam keadaan sungguh dahsyat kerana bumi negeri itu diterbalikkan. Mereka turut ditimpa batu daripada tanah keras dan terbakar. Al-Quran menyebut azab yang menimpa mereka: “Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu daripada tanah yang keras.”

Ustaz Azhar Idrus bercakap tentang Laut Mati

Dalam ilmu fardhu ain fiqih tentang masalah hukum air, disebutkan senarai air makruh yang terbagi kepada tiga iaitu air yang sangat hangat, air yang sangat sejuk dan air yang terjemur pada suatu wilayah yang sangat panas.

Air yang sangat hangat dan sejuk itu jadi makruh digunakan disebabkan ia boleh menimbulkan merasa sakit pada badan ketika menggunakan air itu, dan pendapat para ahli kesihatan menggunakan air yang sangat hangat akibat terjemur itu dapat menyebabkan penyakit kulit, dan tidak makruh memakai air yang sedang hangatnya atau sejuknya.

Air yang sangat hangat itu makruh digunakannya dengan empat syarat iaitu :
❀ air yang terjemur pada negeri atau wilayah yang bercuaca sangat panas seperti di kota mekah.
❀ air yang terjemur yang menggunakan tempat atau wajan yang terkena tukul, seperti gayung dan sebagainya yang terbuat dari besi, tembaga dan sebagainya. Selain dari emas, perak, tanah, batu dan kayu.
❀ air bekas terpakai pada badan manusia sekalipun bekas memandikan mayit, bekas mandi kuda atau hewan sejenisnya selain babi dan anjing, serta bekas orang yang berpenyakit kulit.
❀ Dan makruh memakai air dan tanahnya yang dimurkai, dibenci kaumnya atau penduduknya seperti air pada kaum negeri Samud, air kaum Luth, air telaga Barhud, air kaum negeri Babil dan air telaga Dzarra.

Tempat-tempat yang kena laknat oleh Allah Taala bukanlah tempat untuk kita berseronok seperti bermandi-manda dan bermain lumpur. Pada zaman sahabat dulu, para sahabat dilarang untuk pergi ke Laut Mati kerana ianya telah dilaknat Allah. Jika terpaksa melalui kawasan Laut Mati pun, mereka akan menundukkan kepala supaya mereka tidak melihat ke kawasan yang berair itu. Jadikanlah tempat yang tiada hidupan di dalamnya itu sebagai iktibar dan lambang kebesaran Allah Taala, juga sebagai tanda keadilan-Nya di dunia lagi agar manusia sentiasa mengagungkan dan membesarkan syariat-Nya.

Translate

CLOSE